
Passion untuk mengembangkan brand serta keinginan menghadirkan makanan yang berkualitas, mendorong William Arifin membangun bisnis makanan ramah anak lewat brand Grandville Food. Berbekal pengalamannya bekerja di FMCG (Fast Moving Consumer Goods), dia tekun mengasah skill bisnis.
Grandville Food tidak hanya menawarkan produk makanan, tetapi juga memberi dampak positif pada masyarakat. William ingin bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat sekaligus membawa brand-nya go international.
Seperti apa perjalanannya dalam membangun Grandville Food? Berikut beberapa insight bisnisnya:
Makanan Sehat dari Resep Keluarga
Grandville Food lahir dari keinginan William menghadirkan pilihan makanan yang lebih sehat tanpa MSG, pewarna dan pengawet. Dia juga ingin memperkenalkan abon resep keluarga yang potensial untuk dikembangkan.
Alasan pemilihan abon adalah karena menjadi salah satu makanan praktis yang bisa dikonsumsi semua kalangan. Abon juga bisa disimpan dengan masa kadaluarsa panjang dan kualitas tetap terjaga.
"Kita tahu abon ini potensial dan belum ada spesifik abon yang sehat. Jadi kita coba develop produk yang lebih baik," ucapnya.
Transformasi dari Dunia Profesional ke Bisnis
Salah satu tantangan yang dihadapi saat membangun Grandville Food adalah transformasi dirinya dari pekerja profesional dengan pendapatan tetap menjadi pebisnis. Kemampuannya untuk mengembangkan bisnisnya bermodalkan dari pengalamannya pernah bekerja di sektor FMCG serta passion.
"Bisnis ini naik turun, satu sampai dua tahun pertama adalah masa paling berat untuk company ini bertumbuh," ungkapnya.
Dengan segmen market yang cenderung niche, William dan timnya juga perlu konsisten mengedukasi konsumen. Ia perlu meyakinkan konsumennya bahwa produk Grandville Food bisa menjadi pilihan makanan yang praktis dan sehat.
Adaptif dengan Kondisi Pasar
Adaptif pada setiap kondisi market dan perkembangan teknologi pemasaran menjadi salah satu kunci bisnis Grandville Food. Menurut William, setiap masa memiliki peluang sekaligus tantangan. Saat pandemi COVID-19 dan konsumen lebih memilih online shopping, Grandville Food cepat melakukan strategi shifting dengan melakukan promosi dan penjualan daring baik lewat platform maupun media sosial.
"Kami harus memberdayakan Gen Z sebagai POV (point of view), karena mereka akan menjadi pasar terbesar. Itu strategi kami agar relevan di dunia digital yang perubahannya begitu cepat," kata William.
Inovasi untuk Menjaga Relevansi
Tren dan behaviour yang cepat berubah mendorong Grandville Food untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Hal ini termasuk melakukan eksplorasi dalam membuat campaign, marketing, hingga penjualan.
"Perubahan begitu cepat, platform memiliki banyak pilihan, dan generasi mengalami shifting. Jadi kita terus berinovasi menghasilkan produk yang bisa diterima masyarakat," tuturnya.
Tim Kuat adalah Kunci Ekspansi
William percaya SDM yang berintegritas serta memiliki passion dan goals yang sama menjadi kunci agar bisnis terus berkembang. Keyakinan itu juga yang membuatnya tidak membangun Grandville Food layaknya 'empire' bisnis, tetapi menciptakan sistem yang terbuka dan saling mendukung.
"Kami percaya ide terbaik bisa datang dari siapapun sampai ke level terbawah. Kami ingin controlling dan monitoring menjadi support system, supaya bisa mendapatkan ide terbaik dari semua tim," ujarnya.
Konsep manajemen bisnisnya tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai pekerja profesional yang telah menapaki berbagai level. Pengalaman itu membentuknya menjadi leader yang mengedepankan nilai kolaboratif.
Pentingnya Growth Mindset & Goals Oriented
Penting bagi entrepreneur untuk memiliki growth mindset, yakni keyakinan untuk bisa terus bertumbuh meski di situasi yang sangat menantang sekalipun.
"Orang-orang yang punya growth mindset biasanya melihat masalah sebagai hal yang positif. Melihat masalah sebagai batu loncatan untuk bisa jadi lebih baik di kesempatan selanjutnya," ungkapnya.
Hal lain yang tak kalah penting ialah goals oriented. Menurut William, goals oriented membuat entrepreneur memiliki persiapan dalam mengarahkan bisnisnya mencapai tujuan.
"Energi dan effort kita, itu arahnya ke goals. Beda kalau kita tidak punya goals, akhirnya ending-nya tidak pernah fokus terhadap satu hal dan tidak dapat apa-apa," tuturnya.
Go-International
Ke depan, William menargetkan Grandville Food tidak hanya dikenal oleh market dalam negeri tetapi menembus pasar global. Dengan begitu, bisnisnya bisa ikut berkontribusi membangun perekonomian negeri.
"Mimpi saya bisa menjadi berkat untuk banyak orang. Itu dampak positif yang menjadi bahan bakar saya menjalani entrepreneur," pungkasnya.