
Kepemilikan tim olahraga menjadi aset strategis untuk memperluas jejaring, citra, hingga nilai investasi bagi kalangan super kaya. Pada 2026, kepemilikan klub olahraga semakin dilirik seiring pertumbuhan industri sportainment global.
Laporan World Economic dan Oliver Wyman menyebut nilai ekonomi olahraga global mencapai USD2,3 triliun per tahun dan diproyeksi mencapai USD3,7 triliun pada 2030. Segmen besarnya mencakup sports tourism, sporting goods, consumer participation, dan professional sports. Di level pemilik klub, Forbes 2026 mencatat terdapat 25 pemilik tim olahraga terkaya dunia dengan total kekayaan sekitar USD903 miliar.
Di balik besarnya bisnis sportainment, sejumlah miliarder dunia tercatat memiliki klub dan franchise olahraga bernilai fantastis. Mengutip data Forbes per 24 Juni 2026, berikut 7 pemilik tim olahraga terkaya di dunia.
1. Bernard Arnault-USD171 miliar
Bernard Arnault adalah pengusaha asal Prancis yang dikenal sebagai Chairman dan CEO LVMH, konglomerasi barang mewah yang menaungi lebih dari 75 merek, termasuk Louis Vuitton, Christian Dior, Fendi, Bulgari, dan lainnya.
Bernard menempati posisi teratas dalam daftar Forbes 2026 melalui kepemilikannya atas Paris FC. Ke depan, ia bersama Red Bull berupaya membangun klub yang lebih kompetitif, sejalan dengan langkah LVMH memperluas pengaruh di dunia olahraga lewat kemitraan besar dengan Formula 1.
2. Rob Walton-USD146 miliar
Rob Walton adalah pengusaha dikenal sebagai putra sulung pendiri Walmart, Sam Walton. Ia merupakan salah satu pewaris kekayaan keluarga Walton. Rob Walton masuk daftar ini lewat kepemilikan kelompok bisnis dan keluarga miliarder Walton-Penner atas tim American Football Denver Broncos. Rencana besarnya berpusat pada pengembangan stadion baru di kawasan Burnham Yard, yang diarahkan bukan hanya sebagai venue pertandingan, tetapi juga kawasan olahraga dan hiburan yang terintegrasi.
3. Steve Ballmer-USD126 miliar
Steve Ballmer dikenal sebagai mantan CEO Microsoft. Ia bergabung dengan Microsoft pada 1980 sebagai manajer bisnis dan menggantikan Bill Gates sebagai CEO pada 2000 dan memimpin hingga 2014. Steve dikenal sebagai pemilik tim basket Los Angeles Clippers yang serius membangun pengalaman menonton kelas dunia. Melalui Intuit Dome, pengusaha Amerika ini ingin menjadikan arena basket sebagai destinasi sportainment modern, termasuk menjadi tuan rumah NBA All-Star Weekend 2026.
4. Miriam Adelson-USD37,5 miliar
Miriam Adelson dan keluarganya menjadi pemegang kendali perusahaan resor dan kasino tersebut. Keluarganya mengakuisisi saham pengendali klub NBA Dallas Mavericks pada 2023. Ke depan, Mavericks menyiapkan arena baru dan kawasan hiburan di bekas lokasi Valley View Mall, dengan target menjadi pusat sportainment di Dallas sebelum musim 2031–2032.
5. Idan Ofer-USD34,6 miliar
Idan Ofer adalah penerus bisnis keluarga Ofer serta pemimpin Quantum Pacific Group yang merupakan perusahaan investasi dengan portofolio di bidang pelayaran, energi, pertambangan, otomotif, dan teknologi. Idan membangun portofolio olahraga melalui klub sepak bola FC Famalicão dan kepemilikan saham di Atlético Madrid. Strateginya melebar ke olahraga lain, termasuk investasi di tim layar SailGP dan cycling, yang menunjukkan ambisi membangun portofolio sportainment lintas cabang olahraga.
6. Robert Pera-USD31,7 miliar
Robert Pera adalah pengusaha dan insinyur asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendiri, Chairman, dan CEO Ubiquiti Inc. perusahaan teknologi yang memproduksi perangkat jaringan serta komunikasi nirkabel. Robert berada dalam daftar ini sebagai pemilik klub basket Memphis Grizzlies. Rencana ke depan Grizzlies mengarah pada penguatan jangka panjang di Memphis, termasuk renovasi arena indoor FedExForum dan pembangunan ulang tim agar kembali kompetitif.
7. Henry Samueli-USD30,8 miliar
Henry Samueli adalah insinyur, pengusaha, dan filantropis asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendiri Broadcom Corporation, perusahaan semikonduktor dan teknologi komunikasi. Ia juga pernah menjabat sebagai Chief Technology Officer serta Chairman Broadcom.
Henry dikenal sebagai pemilik klub hockey Anaheim Ducks dan sosok di balik transformasi Kawasan arena indoor Honda Center. Lewat proyek OCVIBE, pengusaha berusia 71 tahun ini ingin mengembangkan arena olahraga menjadi distrik hiburan sepanjang tahun, lengkap dengan ruang publik, restoran, hotel, dan fasilitas event.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Investasi bidang olahraga apa yang ingin Anda kembangkan? Update informasi seputar ekonomi dan bisnis, manajemen, investasi serta gaya hidup di Website Prioritas.
Cek selengkapnya di sini.