Deretan Tradisi Unik Menyambut Hari Raya Idul Adha di Indonesia

(22/05/2026), Idul Adha menjadi momen memanjatkan syukur sekaligus berbagi dengan sesama. Menariknya, terdapat beberapa tradisi unik menyambut Hari Raya Idul Adha di Indonesia.
  • Idul Adha membawa sejumlah makna, seperti kesediaan menjalankan perintah Tuhan, pengorbanan, keikhlasan dan kebersamaan.
  • Sejumlah tradisi unik sambut Idul Adha di Indonesia, mulai dari Grebeg Gunungan hingga Meugang.

Hari Raya Idul Adha selalu hadir dengan suasana yang khas, hangat, dan penuh kebersamaan. Momen ini menjadi pengingat Muslim bahwa kurban bukan sekadar ritual fisik, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk menumbuhkan empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

Idul Adha menjadi ruang pemaknaan kembali arti syukur dan kepedulian dalam hidup sehari-hari. Di tengah tradisi yang terus dijaga, hari raya ini menghadirkan pesan bahwa keberkahan terasa lebih utuh ketika kebaikan turut dirasakan sesama.

Makna Hari Raya Idul Adha

Dikutip STAI Senori Tuban, Hari Raya Idul Adha mengingatkan pentingnya ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim menjadi teladan bahwa iman kuat tercermin dari kesediaan menjalankan perintah Tuhan dengan penuh keyakinan.

Selain itu, Idul Adha juga mengajarkan makna pengorbanan dan keikhlasan. Pengorbanan tidak hanya diwujudkan melalui hewan kurban, tetapi juga kesediaan berbagi waktu, tenaga, dan rezeki untuk kebaikan yang lebih luas.

Dari sisi sosial, Idul Adha memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan ikatan keluarga. Melalui salat Id, penyembelihan kurban, hingga pembagian daging kepada yang membutuhkan, menjadi ruang mempererat hubungan dengan Tuhan, keluarga, dan sesama.

Deretan Tradisi Unik Sambut Idul Adha

Selain berkurban, Idul Adha di Indonesia diramaikan berbagai tradisi yang mengandung makna kebaikan bagi masyarakat. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut deretan tradisi unik perayaan Idul Adha di berbagai daerah di Indonesia.

1. Apitan (Semarang)

Tradisi Apitan di Semarang biasanya dilakukan dengan doa bersama, dilanjutkan arak-arakan hasil tani dan ternak yang nantinya akan diambil berebutan oleh masyarakat. Tradisi ini menjadi bentuk syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi.

2. Grebeg Gunungan (Yogyakarta)

Grebeg Gunungan dilakukan dengan mengarak gunungan berisi sayur, buah, dan hasil bumi dari Keraton menuju Masjid Gede Kauman. Masyarakat percaya hasil bumi yang telah didoakan dan diarak membawa berkah serta rezeki.

3. Manten Sapi (Pasuruan)

Manten Sapi merupakan tradisi masyarakat Pasuruan untuk menghormati hewan kurban sebelum disembelih di Hari Raya Idul Adha. Sapi akan dihias seperti pengantin, lalu diarak menuju masjid untuk diserahkan kepada panitia kurban. Nantinya, daging sapi kurban akan diolah dan disantap bersama.

4. Meugang (Aceh)

Meugang menjadi tradisi khas masyarakat Aceh saat menyambut hari besar Islam, termasuk Idul Adha. Dalam tradisi ini, warga memasak daging sapi atau kerbau, lalu menikmatinya bersama keluarga maupun masyarakat. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur kemakmuran Aceh.

5. Gamelan Sekaten (Cirebon & Surakarta)

Gamelan Sekaten dilakukan dengan membunyikan gamelan sebagai penanda datangnya hari besar Islam termasuk Iduladha. Tradisi ini juga berkaitan dengan sejarah penyebaran Islam melalui seni dan budaya.

6. Toron dan Nyalase (Madura)

Bagi masyarakat Madura, Iduladha menjadi momen penting pulang kampung atau toron. Setelah salat Id, mereka juga melakukan nyalase atau ziarah ke makam leluhur untuk mendoakan keluarga yang telah wafat.

7. Mepe Kasur (Banyuwangi)

Tradisi Mepe Kasur dilakukan masyarakat Osing di Banyuwangi dengan menjemur kasur di depan rumah menjelang Idul Adha. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol menolak bala dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

8. Ngejot (Bali)

Ngejot merupakan tradisi berbagi makanan, minuman, dan buah kepada tetangga saat hari besar keagamaan termasuk Idul Adha. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur mencerminkan toleransi dan keharmonisan antarumat beragama yang kuat di Bali.

9. Accera Kalompoang (Gowa)

Accera Kalompoang di Gowa dilakukan dengan mencuci benda bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa. Tradisi sakral ini berlangsung menjelang dan saat Idul Adha sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya, sekaligus mempererat hubungan antara keluarga kerajaan dengan pemerintah.

10. Kaul Negeri dan Abda’u (Maluku Tengah)

Di Tulehu, Maluku Tengah, masyarakat menjalankan tradisi Kaul Negeri dan Abda’u dengan mengarak kambing kurban keliling desa saat perayaan Idul Adha. Prosesi yang diiringi takbir dan shalawat dilakukan sebagai bentuk doa keselamatan dan perlindungan.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, adakah tradisi Idul Adha yang unik dan khas di keluarga atau daerah Anda? Update informasi terkini mengenai bisnis keuangan, investasi serta gaya hidup di Website Prioritas.

Cek lengkapnya Website Prioritas

Rekomendasi Berita