Nilawati di Nusantara Energi Indonesia Membawa Bisnis Keluarga Ekspansi Lintas Sektor

(26/05/2025), Di Nusantara Energi Indonesia, Nilawati membawa bisnis keluarga untuk melakukan ekspansi bisnis lintas sektor. Dari broker batubara, bisnis Nusantara Energi berkembang ke energi terbarukan sampai ke food & beverages (F&B).

  • Memiliki jumlah karyawan sampai 2.000 orang, Nilawati menerapkan gaya leadership yang mengayomi, mendengar dan pandai menempatkan diri di sisi karyawan.
  • Dari broker batubara, Nusantara Energi Indonesia memiliki anak usaha di bidang F&B yaitu ramen halal. Mereka menggandeng brand Jepang Salmon Noodles 3.0.

Sebelum menjadi business woman, Nilawati adalah seorang dosen. Namun, saat bisnis keluarganya mulai masuk bisnis perdagangan batubara, Nilawati terjun bergabung. Setahun kemudian yaitu tahun 2009, ia resmi mengambil peran strategis di bagian keuangan holding perusahaan.

Di bawah kepemimpinannya, bisnis keluarga Nusantara Energi Indonesia berkembang pesat. Holding perusahaan meliputi perdagangan batubara (Java Coal Energy), pengoperasian kapal dan logistik energi (PT Trans Energi Indonesia), jasa teknik dan pendukung energi (Global Makara Teknik), energi terbarukan, serta food & beverage (Om Billin Global Food).

Bagaimana agar ekspansi bisnis di bisnis keluarga berjalan sukses dan melakukan diversifikasi bisnis? Simak beberapa kiat Nilawati:

Mulai dari Core Business

Awalnya, pada 2008, Nusantara Energi Indonesia hanyalah broker batubara tanpa aset kapal. Semakin berkembang, mereka memiliki masalah yaitu sulit mendapatkan kapal untuk distribusi. Mereka kemudian membuat PT Trans Energi Indonesia untuk mengakuisisi kapal dan memastikan kendali penuh atas rantai pasok.

Strategi ini mengubah perusahaan dari sekadar perantara menjadi pemain operasional. Langkah Nusantara Energi ini juga membuka kesempatan untuk terus melakukan ekspansi ke berbagai bisnis lain termasuk sektor energi terbarukan.

Bangun Kepercayaan

Dengan modal yang nyaris nol, Nilawati menyebutkan trust adalah hal penting dalam membesarkan bisnis. Kepercayaan konsumen juga perlu dibarengi dengan komitmen tepat waktu. Dengan mitra perbankan, dia juga berkomitmen membayar cicilan kapal tepat waktu.

“Modal bisa dicari, tapi kepercayaan tidak bisa dibeli. Kepercayaan harus dibangun, dijaga, dan dibayar tepat waktu,” sebut Nilawati.

Mengelola Tim seperti Keluarga tapi Profesional

Kini, Nilawati memiliki setidaknya 2.000 karyawan di berbagai lokasi. Gaya kepemimpinannya adalah mengayomi, mendengar dan pandai menempatkan diri. Gaji dibayar lebih awal dari tanggal perjanjian, insentif dibagikan ketika ada keuntungan, dan fasilitas makan disediakan penuh.

Mengayomi Anggota Keluarga

Di bisnis keluarga, kerap terjadi perbedaan cara pandang dalam pengambilan keputusan. Nilawati menekankan pentingnya tidak memaksakan pendapat dengan mencari titik temu demi tujuan bersama. Menekan potensi konflik juga dapat dilakukan dengan melakukan pembagian kerja yang jelas sehingga keputusan operasional tidak tumpang tindih.

Menggandeng Brand Global

Nilawati dan timnya menggandeng brand Jepang Salmon Noodles 3.0 untuk menghadirkan ramen yang 100% halal. Meski di Jepang belum sepenuhnya halal, di Indonesia ia mengadaptasi jadi 100% halal mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga peralatan dapur.

“Diversifikasi harus punya nilai tambah, bukan sekadar mengikuti tren. Ramen halal ini adalah diferensiasi kami di pasar,” jelas Nilawati saat memutuskan masuk ke bisnis ramen halal.

Menggunakan Anak Perusahaan

Operasional kuliner dikelola oleh anak perusahaan khusus, Om Bililin Global Food. Dengan struktur ini, manajemen dan keuangan sektor energi tidak tercampur dengan sektor F&B, memudahkan pengawasan kinerja dan pengambilan keputusan bisnis.

Memulai dari Pasar Domestik Premium

Strategi awal fokus pada pembukaan cabang di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Segmen pasar yang disasar adalah kalangan urban yang sudah familiar dengan kuliner Jepang dan menghargai kualitas.

Visi Ekspansi Global

Nilawati berencana membuka bisnis kulinernya di New York dan beberapa kota Eropa. Strateginya: pusat halal ramen akan didirikan di Jepang, lalu lisensi halal akan dikelola untuk semua cabang internasional. Dengan begitu, brand positioning sebagai “Japanese Halal Ramen” akan kuat di pasar global.

“Kami ingin orang tahu, cita rasa otentik Jepang dan halal bisa berjalan berdampingan tanpa kompromi kualitas,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita