House View Report

edisi

House View Maret 2026

03 Maret 2026

Risiko kenaikan inflasi di AS tidak sepenuhnya hilang di tengah ketidakpastian tarif Trump dan memanasnya tensi geopolitik AS - Iran, sehingga berpotensi membatasi ruang pemangkasan suku bunga The Fed. Tingginya demand untuk AI menopang pertumbuhan manufaktur & ekspor Asia sementara ekonomi Indonesia Q4 2025 tumbuh 5,39% YoY seiring kenaikan konsumsi dan investasi. Meskipun demikian, eskalasi tensi geopolitik sedikit banyaknya akan berpengaruh pada perdagangan internasional dan ekonomi global. Dengan kondisi tersebut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?

Download Pdf

House View Februari 2026

09 Februari 2026

Kebijakan bank sentral & pemerintah global yang akomodatif sejak tahun 2025 mulai menimbulkan kekhawatiran. Kebijakan pro-growth dari pemerintah AS dikhawatirkan dapat memicu potensi lonjakan inflasi. Di Tiongkok, kebijakan moneter & fiskal yang akomodatif justru belum berhasil tertransmisikan ke perbaikan konsumsi domestik. Kontras dengan hal tersebut, ruang kebijakan moneter & fiskal Indonesia diperkirakan akan lebih terbatas melihat inflasi yang bertahan tinggi & defisit fiskal yang mulai melebar.

Download Pdf

House View Januari 2026

19 Januari 2026

IMF memproyeksikan ekonomi AS dapat tumbuh 2,10% YoY FY2026 seiring dorongan fiskal dari OBBBA dan kondisi likuiditas yang lebih baik. Namun, masih terdapat ketidakpastian dari kebijakan Trump, keputusan suku bunga The Fed, serta konflik geopolitik global. Mayoritas negara di Asia berhasil membukukan neraca dagang yang baik di 2025 tetapi masih ada tantangan dari tren penurunan inflasi. Di Indonesia, konsumsi masih menjadi fokus utama pemerintah di 2026 melalui flagship programmes. Bagaimana gambaran pergerakan pasar finansial global & Indonesia di tahun 2026?

Download Pdf

House View December 2025

03 Desember 2025

Perbaikan likuiditas terus diupayakan oleh seluruh negara guna menopang ekonomi. US government reopening & rencana distribusi dividen tarif diharapkan mampu menjaga konsumsi & pertumbuhan ekonomi AS. Kondisi ekonomi Tiongkok yang belum menunjukkan pemulihan juga membuat upaya moneter & fiskal masih dijalankan. Di Indonesia, injeksi likuiditas berhasil membuat PDB tumbuh di atas 5,00% YoY namun IDR justru melemah sehingga membatasi kebijakan moneter yang lebih agresif. Bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?

Download Pdf