08 Juni 2026
Negosiasi antara AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga minyak bertahan tinggi. Hal tersebut membuat inflasi global mengalami tren kenaikan sehingga mendorong bank sentral global mulai beralih ke era kenaikan suku bunga. Di sisi lain, defisit fiskal global belum kembali ke level sebelum COVID-19. Di Indonesia, BI menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas IDR. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia?
Download Pdf
08 Mei 2026
Perang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia?
Download Pdf
08 April 2026
Pada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?
Download Pdf
03 Maret 2026
Risiko kenaikan inflasi di AS tidak sepenuhnya hilang di tengah ketidakpastian tarif Trump dan memanasnya tensi geopolitik AS - Iran, sehingga berpotensi membatasi ruang pemangkasan suku bunga The Fed. Tingginya demand untuk AI menopang pertumbuhan manufaktur & ekspor Asia sementara ekonomi Indonesia Q4 2025 tumbuh 5,39% YoY seiring kenaikan konsumsi dan investasi. Meskipun demikian, eskalasi tensi geopolitik sedikit banyaknya akan berpengaruh pada perdagangan internasional dan ekonomi global. Dengan kondisi tersebut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?
Download Pdf