09 Februari 2026
Kebijakan bank sentral & pemerintah global yang akomodatif sejak tahun 2025 mulai menimbulkan kekhawatiran. Kebijakan pro-growth dari pemerintah AS dikhawatirkan dapat memicu potensi lonjakan inflasi. Di Tiongkok, kebijakan moneter & fiskal yang akomodatif justru belum berhasil tertransmisikan ke perbaikan konsumsi domestik. Kontras dengan hal tersebut, ruang kebijakan moneter & fiskal Indonesia diperkirakan akan lebih terbatas melihat inflasi yang bertahan tinggi & defisit fiskal yang mulai melebar.
Download Pdf
19 Januari 2026
IMF memproyeksikan ekonomi AS dapat tumbuh 2,10% YoY FY2026 seiring dorongan fiskal dari OBBBA dan kondisi likuiditas yang lebih baik. Namun, masih terdapat ketidakpastian dari kebijakan Trump, keputusan suku bunga The Fed, serta konflik geopolitik global. Mayoritas negara di Asia berhasil membukukan neraca dagang yang baik di 2025 tetapi masih ada tantangan dari tren penurunan inflasi. Di Indonesia, konsumsi masih menjadi fokus utama pemerintah di 2026 melalui flagship programmes. Bagaimana gambaran pergerakan pasar finansial global & Indonesia di tahun 2026?
Download Pdf
03 Desember 2025
Perbaikan likuiditas terus diupayakan oleh seluruh negara guna menopang ekonomi. US government reopening & rencana distribusi dividen tarif diharapkan mampu menjaga konsumsi & pertumbuhan ekonomi AS. Kondisi ekonomi Tiongkok yang belum menunjukkan pemulihan juga membuat upaya moneter & fiskal masih dijalankan. Di Indonesia, injeksi likuiditas berhasil membuat PDB tumbuh di atas 5,00% YoY namun IDR justru melemah sehingga membatasi kebijakan moneter yang lebih agresif. Bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?
Download Pdf
04 November 2025
Pelonggaran likuiditas menjadi fokus global saat ini mulai dari kebijakan moneter yang akomodatif hingga kebijakan fiskal yang ekspansif. Di AS, The Fed berencana menghentikan quantitative tightening untuk membantu menyerap penerbitan UST. Di Tiongkok, bank sentral Tiongkok menahan suku bunga di level terendah & pemerintah memperlebar defisit fiskal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Di Indonesia, stimulus fiskal dan injeksi likuiditas juga ditujukan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?
Download Pdf