03 Agustus 2026
Inflasi AS melandai pada Juni 2026, namun re-eskalasi konflik AS - Iran sempat mengangkat harga minyak. The Fed menahan suku bunga sehingga membuat yield UST tenor pendek turun sementara tenor panjang naik. Ke depannya, pasar masih memperkirakan kenaikan 1x 25 bps hingga akhir 2026.
Download Pdf
27 Juli 2026
Potensi inflasi meningkat seiring eskalasi perang AS - Iran yang membuat harga minyak naik dan pengenaan tarif Trump sebesar 10,00% - 12,50% ke 60 negara per 24 Juli 2026. Selain itu, rilis data ketenagakerjaan AS masih relatif solid. Alhasil, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed naik dari 25 bps ke 50 bps FY2026. Hal tersebut membuat DXY bertahan tinggi dan yield UST naik di seluruh tenor.
Download Pdf
20 Juli 2026
Inflasi AS melandai, namun re-eskalasi tensi geopolitik antara AS – Iran mendorong harga minyak kembali naik sehingga risiko inflasi tetap tinggi. Yield UST bergerak bear steepening di mana kenaikan yield tenor menengah panjang lebih signifikan.
Download Pdf
13 Juli 2026
Eskalasi tensi geopolitik AS - Iran membuat harga minyak Brent kembali naik. Kenaikan harga minyak dan tone hawkish The Fed membuat DXY bertahan tinggi dan yield UST naik. Namun, pasar saham AS justru rebound seiring Tiongkok menyetujui impor chip Nvidia H200 dan rilis AI Muse Spark dari META.
Download Pdf
06 Juli 2026
Harga minyak bertahan rendah akibat pembukaan Selat Hormuz dan peningkatan produksi OPEC+. Namun, kenaikan inflasi dan data ketenagakerjaan yang mixed mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Di sisi lain, rally pasar saham AS ditopang oleh beberapa sektor defensif.
Download Pdf
29 Juni 2026
Pembukaan kembali akses Selat Hormuz membuat harga minyak turun. Hal tersebut memicu penurunan ekspektasi inflasi sehingga yield UST turun di seluruh tenor. Pasar saham AS terkoreksi seiring penundaan IPO OpenAI & Anthropic, profit taking SpaceX, dan kenaikan harga produk Apple.
Download Pdf