07 April 2026
Eskalasi perang Iran & AS yang terus berlanjut membuat harga minyak kembali naik dan membuat spread harga minyak Brent & WTI masuk ke teritori negatif. Di sisi lain, komentar dovish Powell dan ekspektasi pasar terhadap penyelesaian perang membuat yield UST 10YR turun dan pasar saham AS rebound dalam sepekan.
Download Pdf
30 Maret 2026
Setelah 1 bulan, tensi geopolitik AS – Iran masih memanas pasca aksi saling serang ke fasilitas energi & utilitas. Meskipun AS menunda serangan, Trump kembali mengeluarkan ancaman dan Iran tidak menunjukkan intensi negosiasi. Alhasil, DXY menguat, yield UST naik, sementara pasar saham AS terkoreksi.
Download Pdf
26 Maret 2026
Eskalasi perang Iran & AS yang masih berlanjut membuat harga minyak sempat naik. Namun, instruksi Trump untuk menghentikan penyerangan selama 5 hari membuat harga minyak kembali melandai. Di sisi lain, harga emas justru turun akibat peralihan investor ke USD assets dan aksi jual beberapa bank sentral global.
Download Pdf
17 Maret 2026
Tensi geopolitik AS – Iran kembali memanas pasca aksi saling serang yang menargetkan fasilitas energi Iran & UAE. Upaya IEA untuk merilis cadangan minyak diperkirakan belum sepenuhnya memenuhi disrupsi di Selat Hormuz. Alhasil, DXY dan yield UST kembali naik sementara mayoritas pasar saham global terkoreksi.
Download Pdf
09 Maret 2026
Eskalasi tensi Iran & AS membuat harga minyak naik sehingga meningkatkan ekspektasi inflasi ke depannya. Hal tersebut semakin memperkecil ruang pemangkasan suku bunga The Fed. Alhasil, DXY dan yield UST 10YR kembali naik. Pasar saham AS terkoreksi namun pasar saham Asia mengalami sell off yang lebih signifikan.
Download Pdf
02 Maret 2026
Eskalasi tensi geopolitik kembali memanas pasca serangan militer AS ke Iran hingga membunuh pemimpin Iran. Sebagai respon, Iran menyerang beberapa negara di Timur Tengah. Kekhawatiran disrupsi supply minyak membuat harga minyak naik dan investor kembali mengakumulasi safe haven assets (emas, DXY, dan UST).
Download Pdf