Weekly Market Update

edisi

Weekly Market Overview - 23 Februari 2026

23 Februari 2026

Keputusan US Supreme Court membatalkan tarif Trump memicu ketidakpastian global. Rilis data core PCE price index dan Fed Minutes membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga mundur ke Juli & Oktober 2026. Pasar saham AS menguat namun Nasdaq masih dalam fase downtrend akibat koreksi emiten software AS.

Download Pdf

Weekly Market Overview - 18 Februari 2026

18 Februari 2026

Data ketenagakerjaan AS Januari 2026 dirilis solid sementara inflasi melandai. Hal tersebut justru berpotensi membuka ruang pemangkasan suku bunga melihat Warsh yang fokus pada inflasi. Alhasil, yield UST turun di seluruh tenor sementara investor melanjutkan rotasi dari sektor teknologi AS ke sektor & kawasan lain.

Download Pdf

Weekly Market Overview - 9 Februari 2026

10 Februari 2026

Rilis data ketenagakerjaan yang melemah dan komentar dovish Kevin Warsh mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sehingga yield UST turun di seluruh tenor. Pasar saham AS mixed di tengah koreksi saham teknologi pasca Anthropic merilis Claude 4.60 & kekhawatiran capex spending dari hyperscaler.

Download Pdf

Weekly Market Overview - 2 Februari 2026

02 Februari 2026

Trump akhirnya memilih Kevin Warsh sebagai pengganti Powell di kursi chairman The Fed. Investor justru melihat Warsh sebagai sosok yang cukup hawkish sehingga membuat DXY bertahan di 97,00 dan precious metals terkoreksi. Di sisi lain, pasar saham AS sideways padahal earnings The Mag 7 cukup solid.

Download Pdf

Weekly Market Overview - 26 Januari 2026

26 Januari 2026

Eskalasi tensi geopolitik memicu aksi flight to quality investor khususnya ke precious metals. Menariknya, DXY dan UST justru ditinggalkan akibat narasi Sell America. Pasar saham AS juga terkoreksi akibat rotasi investor ke pasar saham lain, khususnya Asia.

Download Pdf

Weekly Market Overview - 19 Januari 2026

19 Januari 2026

Di pekan lalu, AS dihadapkan pada berbagai ketidakpastian mulai dari memanasnya tensi geopolitik hingga ketidakpastian terkait arah kebijakan suku bunga The Fed. Alhasil, DXY menguat akibat akumulasi investor ke safe haven asset namun yield UST 10YR justru naik. Di sisi lain, pasar saham AS bergerak sideways.

Download Pdf