17 Maret 2026
Tensi geopolitik AS – Iran kembali memanas pasca aksi saling serang yang menargetkan fasilitas energi Iran & UAE. Upaya IEA untuk merilis cadangan minyak diperkirakan belum sepenuhnya memenuhi disrupsi di Selat Hormuz. Alhasil, DXY dan yield UST kembali naik sementara mayoritas pasar saham global terkoreksi.
Download Pdf
09 Maret 2026
Eskalasi tensi Iran & AS membuat harga minyak naik sehingga meningkatkan ekspektasi inflasi ke depannya. Hal tersebut semakin memperkecil ruang pemangkasan suku bunga The Fed. Alhasil, DXY dan yield UST 10YR kembali naik. Pasar saham AS terkoreksi namun pasar saham Asia mengalami sell off yang lebih signifikan.
Download Pdf
02 Maret 2026
Eskalasi tensi geopolitik kembali memanas pasca serangan militer AS ke Iran hingga membunuh pemimpin Iran. Sebagai respon, Iran menyerang beberapa negara di Timur Tengah. Kekhawatiran disrupsi supply minyak membuat harga minyak naik dan investor kembali mengakumulasi safe haven assets (emas, DXY, dan UST).
Download Pdf
23 Februari 2026
Keputusan US Supreme Court membatalkan tarif Trump memicu ketidakpastian global. Rilis data core PCE price index dan Fed Minutes membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga mundur ke Juli & Oktober 2026. Pasar saham AS menguat namun Nasdaq masih dalam fase downtrend akibat koreksi emiten software AS.
Download Pdf
18 Februari 2026
Data ketenagakerjaan AS Januari 2026 dirilis solid sementara inflasi melandai. Hal tersebut justru berpotensi membuka ruang pemangkasan suku bunga melihat Warsh yang fokus pada inflasi. Alhasil, yield UST turun di seluruh tenor sementara investor melanjutkan rotasi dari sektor teknologi AS ke sektor & kawasan lain.
Download Pdf
10 Februari 2026
Rilis data ketenagakerjaan yang melemah dan komentar dovish Kevin Warsh mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sehingga yield UST turun di seluruh tenor. Pasar saham AS mixed di tengah koreksi saham teknologi pasca Anthropic merilis Claude 4.60 & kekhawatiran capex spending dari hyperscaler.
Download Pdf