Michael Santoso di Wilson Cables Generasi Kedua yang Membawa Transformasi di Industri Kabel

(02/02/2026), Presiden Direktur PT Willson Surya Unggul (Wilson Cables) Michael Santoso sukses membawa transformasi bisnis di industri kabel. Menjadi generasi kedua di Wilson Cables, dia melakukan inovasi di bidang kanal penjualan.

  • Meski pada awalnya tertarik di dunia kuliner dan perhotelan, Michael Santoso bisa membuktikan bahwa pekerjaan yang ditekuni bisa menjadi passion.
  • Michael Santoso membawa transformasi bisnis dan teknologi di Wilson Cables sehingga tetap relevan di pasar modern.

Menjadi generasi kedua yang melanjutkan bisnis keluarga tidak selalu menjadi keputusan mudah. Bila bisnis telah sukses dan bertahan sampai 30 tahun, tantangannya semakin besar. Transformasi bisnis agar operasional bisnis lebih modern hanyalah salah satunya.

Hal tersebut dialami Presiden Direktur PT Wilson Surya Unggul, Michael Santoso. Perusahaannya yang bergerak di bidang manufaktur kabel listrik yang telah ada sejak 1955. Michael masuk bisnis keluarga di persimpangan mempertahankan cara lama dan perubahan pasar.

Cek beberapa business hack yang dapat menjadi insight:

Passion Bisa Diciptakan, Nilai Bisnis Harus Tetap

Meski sudah dikenalkan dengan bisnis orang tuanya sedari kecil, Michael mengaku passion  awalnya ada di bidang kuliner dan perhotelan. Setelah menekuni dan terjun langsung di bisnis, dia mendapati bahwa passion dapat berubah mengikuti proses.

Passion itu bisa shifting. Kalau serius menjalani pekerjaan, pada akhirnya bisa menjadi passion,” ujarnya.

Perspektif ini pula yang membawanya cepat belajar dalam membangun bisnis. Periode awal masuk ke bisnis keluarga, ia menyadari bahwa perusahaan yang telah mapan sekalipun perlu berubah. Persaingan bisnis tidak lagi memberi ruang pada strategi konvensional sehingga transformasi diperlukan.

Meski begitu, Michael menyadari bahwa ada nilai bisnis yang harus dipertahankan yaitu kejujuran kepada konsumen. Dari awal membangun bisnis, keluarganya selalu berpesan bahwa reputasi dibangun bukan dari promosi.

“Janji itu currency bisnis. Sekali pecah, sangat sulit diperbaiki,” jelas Michael. Apalagi dalam industri yang memiliki sensitif harga penting untuk menjaga integritas.

Tantangan menjadi Generasi Penerus

Saat masuk ke bisnis keluarga, diakui Michael, tantangan terbesar bukanlah mengurus operasional. Tantangan terbesar adalah menjembatani perbedaan sudut pandang antara generasi pendiri dan penerus.

Saat akan melakukan transformasi bisnis, dirinya menghadapi masalah yang juga kerap dihadapi bisnis keluarga. Generasi pendiri yang sulit melepas cara lama, sementara generasi penerus sulit mendapat ruang untuk berubah.

Menghadapi masalah ini, Michael tidak melakukan cara frontal. Dia memulainya dari hal kecil dan membuktikan hasilnya. Dengan begitu dia berhasil mendapatkan kepercayaan. Dari kepercayaan itu, Michael melakukan perubahan yang lebih besar. 

Dari Canvassing ke E-Commerce

Dari awal, PT Wilson Surya Unggul membangun bisnis dengan cara tradisional: canvassing, door-to-door, dan distribusi manual. Namun, perilaku, pandangan dan cara orang mengonsumsi barang dan jasa berubah bisnis pun perlu berbenah.

Terobosan paling signifikan yang dilakukan Michael adalah membawa produk kabel ke e-commerce. Di industri kabel, langkah yang dilakukannya adalah hal yang tidak lazim karena manufaktur kabel biasanya bergerak business to business (B2B). Bagi Michael, inovasi tidak selalu harus menerapkan teknologi tinggi, tetapi kadang hanya perlu memilih kanal distribusi yang lebih dekat dengan perilaku pasar.

“Kita salah satu yang cukup pertama jualan kabel di e-commerce. Sekarang kompetitor melihat kita sebagai kompetitor yang considerable,” ucap Michael.

Fondasi Reputasi Jangka Panjang

Sambil melakukan transformasi, bisnisnya juga terus meningkatkan kualitas. Michael melakukannya dengan meningkatkan proses riset dan development (R&D), memperketat quality control (QC), dan pemilihan bahan baku yang lebih baik. Dia paham bahwa di industri kabel, keamanan adalah nilai utama.

Perusahaan yang dipimpinnya juga menyediakan konsultasi gratis terkait pemilihan dan penggunaan kabel, bahkan bagi konsumen yang tidak membeli. “Biarpun tidak beli, tetap kita sediakan free consultations. Ini janji kami, mengedukasi pasar untuk mengerti pentingnya kualitas kabel,” tutur Michael.

Transformasi teknologi juga mulai dilakukan. Kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk analisis data dan memetakan peluang pasar. Meski begitu, customer service tetap dipertahankan secara manual.

 “People is the best. Customer service yang touch of human itu masih sangat dibutuhkan,” jelas dia.

Di bidang sumber daya manusia, dia juga menjembatani perbedaan antara karyawan lama dan karyawan baru yang masih muda. Di perusahan, Michael membuat pelatihan rutin khususnya bagi karyawan senior agar tetap relevan dengan perkembangan bisnis.

Hal Penting dalam Bisnis Keluarga

Di bisnis keluarga, Michael percaya profesionalisme adalah hal penting dan krusial. Karena itu, Michael membuat batasan jelas antara ruang keluarga dan ruang bisnis. Dengan begitu, konflik dan keputusan perusahaan tidak dibawa ke rumah. Anggota keluarga yang bergabung di bisnis pun harus bekerja sesuai kapasitas dan kemampuannya. Hal tersebut juga menjamin keberlangsungan bisnis lintas generasi terjaga.

Rekomendasi Berita