Presiden Direktur Optik Melawai, Eddyanto Hadisuryo Ekspansif Tanpa Kehilangan Keunggulan Kompetitif

(09/02/2026), Presiden Direktur Optik Melawai, Eddyanto Hadisurjo terus melakukan ekspansi bisnis dengan penambahan gerai. Meski begitu, Optik Melawai tidak kehilangan keunggulan kompetitifnya dengan kompetitor. Presiden Direktur Optik Melawai, Eddyanto Hadisurjo terus melakukan ekspansi bisnis dengan penambahan gerai. Meski begitu, Optik Melawai tidak kehilangan keunggulan kompetitifnya dengan kompetitor.

  • Eddyanto Hadisurjo merupakan generasi kedua yang memegang kendali Optik Melawai. Di tangannya, Optik Melawai terus melakukan ekspansi gerai sembari membangun sistem SDM, produk, dan layanan.

  • Optik Melawai juga menciptakan ekosistem bisnis serta mengadopsi teknologi terbaru agar tetap relevan dengan perkembangan bisnis.

Di balik jaringan toko dan merek yang dikenal luas, bisnis juga membangun sistem, kualitas, dan diferensiasi yang sulit ditiru oleh kompetitor. Sebagai penerus bisnis Optik Melawai, Presiden Direktur Optik Melawai Eddyanto Hadisuryo sukses membangun jaringan optik dan hearing aid yang kini menjadi salah satu pemain besar Tanah Air.

Optik Melawai merupakan bisnis keluarga yang awalnya dibangun ayahnya. Ketika Eddyanto masuk, Optik Melawai memiliki 19 cabang. Di bawah tangan dinginnya, Optik Melawai menaklukkan berbagai tantangan termasuk dan tidak hanya terbatas pada penambahan jumlah toko, tetapi juga memastikan agar setiap langkah ekspansi yang dilakukan juga berbanding lurus dengan kualitas pemeriksaan, barang, dan pengalaman pelanggan.

Simak beberapa insight bisnis dari Eddyanto:

Membangun Sistem yang Dapat Direplikasi

Masifnya ekspansi bisnis yang dilakukan Optik Melawai bukan hanya ditandai dengan ekspansi gerai tetapi juga kemampuan perusahaan mereplikasi standar layanan dan pemeriksaan mata. Pada bisnis optik, sebut Eddyanto, standar kualitas ini menjadi tantangan besar. Pasalnya, kualitas kacamata tidak hanya ditentukan produk tetapi juga keahlian teknis setiap tenaga pemeriksa.

“Seberapa bagus lensa dan frame, kalau pemeriksaannya salah, pasti tidak enak dipakai,” sebut Eddyanto.

Menjaga konsistensi tersebut, Eddyanto membangun sistem operasional yang rapi dan tersegmentasi. Optik Melawai memiliki sistem operasional yang rapi sehingga kualitas tidak hanya bergantung pada individu tetapi sistem. Mereka memiliki tim yang melakukan survei lokasi, rekrutmen, desain cabang, pembelian, hingga training karyawan. Setiap tim bekerja berdasarkan sistem yang sama sehingga ekspansi tidak membuat standar turun.

Kompleksitas membuat Keunggulan Kompetitif

Memiliki keunggulan kompetitif adalah hal yang dicontohkan ayahnya dari awal membangun bisnis. Ketika baru memiliki dua gerai, Optik Melawai telah membangun laboratorium yang tidak dimiliki kompetitor.

“Laboratorium itu sangat teknikal, tapi kalau bisnis tidak ada tantangan biasanya jadi gampang tersaingi. Tantangan itu menjadi barrier of entry,” kata Eddyanto.

Dengan memiliki laboratorium internal dan kemudian bertambah menjadi training center dan sistem fitting frame yang terstandar, Optik Melawai mampu menjaga kualitas sekaligus membuat perbedaan dengan kompetitor. Mereka juga melengkapi diferensiasi dengan memiliki brand lensa yang unik dan berbeda.

Keunggulan kompetitif ini membuat perusahaan tidak lagi bersaing dari sisi harga tetapi juga keahlian dan kapabilitas teknis yang tidak mudah ditiru.

Training SDM sebagai Mesin Utama Bisnis

Bisnis optik adalah industri jasa yang serupa ritel. Konsumen bisa membeli produk di mana saja. Namun, pengalaman pemeriksaan dan akurasi penyetelan kacamata hanya bisa dihasilkan oleh sumber daya manusia (SDM) yang terlatih. Karena itu, Optik Melawai menjadikan training sebagai pusat ekosistem bisnis.

Proses training mencakup keahlian pemeriksaan, penyetelan, pelayanan, hingga etika komunikasi. Kontrol kualitas dilakukan berlapis. “Training tidak hanya skill teknis, tetapi juga cara memeriksa, menyetel kacamata dan melayani,” kata Eddyanto.

Dengan sistem SDM kuat, Optik Melawai memastikan kualitas produknya tidak berkurang di semua gerai. Strategi ini juga mengubah pertumbuhan bisnis dari linear menjadi eksponensial karena setiap pertambahan gerai tidak berarti penurunan kualitas.

Membangun Portofolio yang Berbeda

Optik Melawai tidak pernah terjebak dalam perang harga seperti yang dilakukan kompetitor. Mereka membangun diferensiasi produk yang membuat konsumen sulit membandingkan dengan kompetitor.

Dengan lebih dari 80 brand frame lintas jenis dan koleksi lensa lengkap, mereka memegang kendali. Eddyanto menyebut, Optik Melawai juga melakukan investasi pada alat mutakhir sehingga produk dan kualitas terus terjaga.

Omnichannel yang Realistis dan Efektif

Omnichannel yang menggabungkan pengalaman belanja online dan offline adalah masa depan retail. Meski frame masih dominan dijual offline karena membutuhkan fitting, Optik Melawai mengadopsi sistem digital untuk memperkuat pengalaman pelanggan.

“Sebelum ke toko, mereka browsing, lihat stok dan detail produk di website,” kata Eddyanto.

Online store difokuskan pada lensa kontak yang lebih mudah untuk dilakukan standarisasi. Sementara pengalaman memilih dan menetapkan presisi dilakukan di gerai. Strategi hybrid ini menciptakan alur belanja yang seamless.

Ke depan, Optik Melawai aware pada teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI). Eddyanto mengaku siap bila ada sistem AI yang dapat membantu memilih kacamata.

Menyatukan Warisan Nilai Keluarga dan Modernisasi Bisnis

Eddyanto memegang nilai keluarga sebagai fondasi perusahaan. Nilai keluarga seperti kualitas, kejujuran, dan saling menguntungkan dengan seluruh mitra. Memegang teguh nilai perusahaan, bukan berarti perusahaan yang dipimpinnya tidak anti perubahan. Dengan begitu, ia yakin bahwa budaya perusahaan tidak kaku meski berakar dari bisnis keluarga.

Rekomendasi Berita