
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebebasan finansial menjadi impian. Bukan sekedar bebas hutang, namun juga merdeka dalam investasi—memiliki kendali atas aset, strategi, dan pertumbuhan kekayaan.
Para miliarder masa kini menunjukkan agar tetap menghasilkan cuan, kuncinya bukan hanya menabung atau bermain aman, tetapi cerdas memanfaatkan peluang, termasuk menggunakan strategi leverage yang terukur. Gaya investasi ini menginspirasi semakin banyak investor untuk berani melangkah lebih jauh.
Cara pintar ini menitikberatkan pada penggunaan aset sebagai alat untuk membiayai investasi baru, bukan sekadar konsumsi. Dengan meminjam atas jaminan aset yang dimiliki, miliarder mampu menjaga portofolio tetap utuh, sambil terus mendapatkan imbal hasil dari investasi lain yang berpotensi lebih tinggi.
Miliarder Baru
Banyaknya miliarder yang memanfaatkan pendekatan kekinian membuat jumlahnya semakin meningkat tahun 2025. Data Hurun Global tahun 2025 menyebutkan jumlah miliarder dunia bertambah 163 orang menjadi 3.332 miliar atau jadi rekor terbaru di dunia. Miliarder baru terbanyak ada di Amerika Serikat.
Meski ekonomi dunia penuh ketidakpastian, New York, AS masih menjadi ibu kota para miliarder dunia dua tahun berturut-turut dengan poin 129 atau naik 10 poin dibandingkan tahun lalu, diikuti London Inggris dengan poin 97, Shanghai Tiongkok dengan poin 92 dan Mumbai India dengan poin 90.
Cara Investasi Miliarder Masa Kini
Berikut cara meraih cuan yang dilakukan miliarder masa kini, dikutip BNY Wealth antara lain:
1. Memanfaatkan Leverage untuk Memperbesar Kekayaan
Miliarder menggandakan kekayaannya dengan cara meminjam menggunakan jaminan aset yang sudah dimiliki, bukan sekadar mengandalkan penghasilan. Strategi ini memungkinkan untuk terus berinvestasi tanpa perlu menjual aset yang menimbulkan kewajiban pajak besar. Investasikan hasil pinjaman ke instrumen yang memberi imbal hasil lebih tinggi dari bunga pinjaman, lalu hindari realisasi capital gain untuk menunda pajak.
2. Menjalankan Keuangan seperti Perusahaan
Para miliarder memperlakukan keuangan pribadinya seperti perusahaan. Mereka menggunakan seluruh neraca keuangan, termasuk leverage, untuk membiayai kebutuhan hidup dan investasi. Gunakan prinsip manajemen perusahaan untuk pengelolaan keuangan pribadi, lalu optimalkan penggunaan seluruh aset, utang, dan aliran kas untuk efisiensi dan pertumbuhan.
3. Strategi Efisiensi Pajak dengan Pinjaman
Alih-alih menjual aset dan membayar pajak atas capital gain, para miliarder lebih memilih meminjam dengan jaminan aset. Hal ini memungkinkannya tetap mendapatkan manfaat dari apresiasi aset sambil menjaga kewajiban pajak tetap rendah.
4. Memaksimalkan Pengurangan Pajak Lewat Bunga Pinjaman
Bunga dari pinjaman investasi bisa dikurangkan dari pajak. Hal ini membuat biaya pinjaman lebih ringan dan imbal hasil portofolio semakin besar. Gunakan bunga pinjaman untuk mengurangi pajak penghasilan, lalu hitung potensi efisiensi pajak dalam setiap rencana pinjaman.
5. Efisiensi Pajak untuk Bangun Active Wealth
Meski pajak tak bisa dihindari, leverage memberi kontrol atas waktu realisasi pajak. Dengan pendekatan active wealth, investor bisa memadukan strategi pinjaman, pengeluaran dinamis, dan manajemen pajak untuk membangun kekayaan jangka panjang.
Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, update berbagai informasi serta tips mengenai ekonomi bisnis, finansial, dan gaya hidup di laman News web BCA Prioritas. Cek lengkapnya di sini