
Bisnis keluarga telah lama menjadi penopang penting dalam roda perekonomian dunia. Dari skala kecil hingga perusahaan raksasa multinasional, bisnis yang dikelola lintas generasi terbukti mampu menyerap jutaan lapangan kerja, memperkuat daya saing usaha, serta menjaga stabilitas ekonomi di berbagai negara.
Tak hanya itu, keberadaan bisnis keluarga juga turut menopang ekonomi lokal dengan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks global, bisnis keluarga bahkan menjadi kontributor besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di banyak negara.
Keberhasilan bisnis keluarga dalam mempertahankan nilai, inovasi, dan kesinambungan membuat mereka tak sekadar berperan sebagai penggerak sektor swasta, tetapi juga menjadi fondasi kuat yang menjaga ketahanan ekonomi dunia.
Kontribusi bagi Ekonomi Dunia

Mengutip World Economic Forum (WEF), bisnis keluarga merupakan tulang punggung perekonomian dunia, yang menyumbang setidaknya 64% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, bisnis keluarga juga telah menciptakan lapangan kerja baru hingga 78%, termasuk di Amerika Serikat.
Family Business United menambahkan, bisnis keluarga telah menyumbang sekitar 64% dari PDB Amerika serikat, setidaknya 85% dari PDB Eropa, dan telah menghasilkan omzet £1,7 triliun per tahun, serta membuka 12 juta lapangan kerja di seluruh Inggris.
Kisah Bisnis Keluarga
Kisah lima bisnis keluarga berikut menggambarkan bagaimana peran mereka mampu memberi pengaruh besar terhadap dinamika perekonomian global. Dikutip dari berbagai sumber berikut kisahnya:
1. Tata Group – India

Bisnis keluarga ini didirikan pada tahun 1868 oleh Jamsetji Nusserwanji Tata. Ia memulai kariernya di dunia perdagangan dan mendirikan perusahaan dagang dengan modal sebesar ₹21.000. Bisnis ini berkembang menjadi konglomerasi global dengan operasi di lebih dari 100 negara. Kini Tata di pimpin oleh Natarajan Chandrasekaran yang fokus memperkuat bisnis digital, e-commerce, kesehatan, dan elektronik.
2. LEGO Group – Denmark (Eropa)

Didirikan oleh Ole Kirk Christiansen pada tahun 1932, menjadi salah satu produsen mainan terbesar dunia. Bisnis keluarga ini pernah mengalami kesulitan keuangan pada awal 2000-an dan berhasil bangkit kembali dengan fokus pada inovasi dan memperluas lini produk.
3. Mars Inc. – Amerika Serikat (AS)

Mars Inc.didirikan pada tahun 1911 sebagai bisnis keluarga. Bisnis ini tumbuh menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar dunia yang memiliki beragam produk, mulai dari permen/cokelat hingga perawatan hewan peliharaan. Hingga saat ini Mars Inc. tetap berkomitmen pada kualitas dan inovasi meski tetap berstatus perusahaan keluarga yang dimiliki secara pribadi.
4. Ryokan Houshi – Jepang

Ryokan Houshi di desa Awazu, Jepang, berdiri sejak tahun 717 M dan merupakan bisnis keluarga yang telah berlangsung selama lebih dari 46 generasi. Pada tahun 717, seorang pendeta Budha bernama Taicho menemukan mata air panas di Gunung Hakusan, Jepang, yang konon memiliki kekuatan penyembuhan. Mereka membuat penginapan bergaya tradisional Jepang yang kini memiliki 100 kamar untuk 450 tamu.
5. Walmart – Amerika Serikat (AS)

Pada tahun 1962, Sam Walton membuka Walmart pertama di Bentonville, Arkansas. Kesuksesan perusahaan melampaui ekspektasi Walton karena berkembang menjadi raksasa ritel. Sam Walton meninggal dunia pada tahun 1992, dan ia mewariskan 50% ekuitas perusahaan kepada istri dan anaknya. Keluarganya mengelola saham melalui Walton Enterprise, perusahaan yang didirikan untuk mengelola kekayaan keluarga.
Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, ingin update informasi terkait dengan berita ekonomi bisnis, financial, dan gaya hidup, pantau terus laman News di website BCA Prioritas. Informasi lengkap cek di sini