
Dalam dunia bisnis, warisan tidak selalu berbentuk harta atau kekayaan yang berlimpah. Warisan sejati seorang pemimpin perusahaan adalah jejak kebijakan, strategi, dan keputusan penting yang bisa menjaga kelangsungan hidup bisnis.
Para CEO sukses kelas dunia kerap meninggalkan teladan berupa visi yang tajam dan ketangguhan dalam menghadapi badai ekonomi sehingga perusahaan yang dipimpin tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam jangka panjang.
Warisan bisnis ini menjadi pondasi yang jauh berharga selain aset material. Dari kemampuan membaca arah pasar hingga inovasi dalam merespons perubahan global, setiap langkah yang diambil para CEO berpengaruh langsung terhadap reputasi, profitabilitas, dan daya tahan perusahaan.
Aksi Cepat Tanggap CEO Penting

Mengutip Survei PwC 2025 Global CEO, pemimpin perusahaan yang tidak bergerak cepat dan memberikan warisan kebijakan yang inovatif akan mendapatkan margin keuntungan yang lebih kecil, dibandingkan perusahaan yang melakukan perubahan signifikan pada regulasi bisnis.
Dalam survei tersebut, 63% CEO telah mengambil langkah nyata dalam lima tahun terakhir untuk mengubah cara perusahaan menciptakan, mendistribusikan, dan menangkap nilai bisnis. Meski begitu, langkah tersebut baru diikuti 38% perusahaan yang masuk ke sektor baru dan sepertiganya menyumbang lebih dari 20% pendapatan.
Lima Warisan CEO Dunia
Lima CEO perusahaan dunia yang sukses memberikan warisan pada penerus dan menjadi inspirasi bagi generasi pemimpin berikutnya dan ingin membawa perusahaan menuju kejayaan berkelanjutan, dikutip digitaldefynd.com, yaitu
1. Ginni Rometty – IBM

Ginni Rometty bergabung dengan IBM pada 1981 dan menorehkan sejarah sebagai CEO perempuan pertama perusahaan pada 2012. Ia mengarahkan IBM menuju komputasi awan dan kecerdasan buatan, termasuk mengembangkan sistem Watson. Masa kepemimpinannya menandai pergeseran strategi besar IBM, menyelaraskan bisnis dengan tren teknologi masa depan serta memperkuat komitmen pada keragaman dan inklusi di industri teknologi.
2. Bob Iger – Disney

Bob Iger memulai karier di Disney pada 1996 dan menjabat CEO dari 2005 hingga 2020. Ia merevitalisasi Disney melalui akuisisi besar seperti Pixar, Marvel, dan Lucasfilm, serta meluncurkan Disney+ yang menandai langkah besar perusahaan di dunia streaming. Strateginya memperkokoh Disney sebagai konglomerat hiburan global dengan warisan kepemimpinan yang menekankan konten berkualitas dan ekspansi merek.
3. Daniel Ek – Spotify

Daniel Ek mendirikan Spotify pada 2006 dengan visi menciptakan layanan streaming musik legal yang dapat melawan pembajakan sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya. Di bawah kepemimpinannya, Spotify tumbuh menjadi layanan streaming musik terbesar dunia dengan model yang menguntungkan untuk artis maupun user-nya. Warisannya adalah transformasi besar dalam industri musik, mengubah cara musik didistribusikan, dikonsumsi, dan dimonetisasi.
4. Satya Nadella – Microsoft

Satya Nadella, yang bergabung dengan Microsoft pada 1992, diangkat menjadi CEO pada 2014. Ia menggeser fokus perusahaan ke layanan cloud melalui Azure dan membangun budaya kolaborasi serta inovasi. Hasilnya, valuasi pasar Microsoft melampaui USD 1 triliun, mengembalikan perusahaan ke jajaran raksasa teknologi dunia.
5. Warren Buffett – Berkshire Hathaway

Warren Buffett mengambil alih Berkshire Hathaway pada 1964 dan mengubahnya dari perusahaan tekstil menjadi konglomerat investasi raksasa. Strateginya membeli perusahaan undervalued dengan potensi jangka panjang menghasilkan keuntungan besar bagi perusahaan. Selain dikenal sebagai investor ulung dengan kekayaan lebih dari USD 80 miliar, Buffett juga meninggalkan jejak lewat filantropi dan filosofi investasi yang menginspirasi generasi investor di seluruh dunia.
Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, update informasi terkait ekonomi bisnis, financial, dan gaya hidup di laman News website BCA Prioritas.
Informasi lengkap cek di sini