Catat, 6 Langkah Ini Hanya Bisa Dilakukan oleh CEO untuk Dorong Perubahan

(19/11/2025), Peran CEO modern terus berkembang. Karena itu, mereka perlu memiliki keyakinan agar dapat mengarahkan tim dalam membentuk organisasi dan tetap mempertahankan profit yang telah ditargetkan.
  • CEO harus memiliki keberanian mengatakan “tidak” serta kemampuan menyeimbangkan hasil jangka pendek dan investasi jangka panjang.
  • CEO harus menyederhanakan proses dengan menghapus peran tumpang tindih serta memangkas produk yang tidak relevan.

Di tengah tekanan ekonomi global, perubahan teknologi yang cepat, serta dinamika geopolitik yang masih berlanjut hingga 2025, para eksekutif dan pelaku bisnis dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Menjelang 2026, tantangan baru muncul mulai dari penetrasi AI yang masif, disrupsi rantai pasok, hingga kompetisi pasar yang ketat.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan perusahaan untuk bertahan dan tetap tumbuh bergantung pada keputusan strategis yang hanya diambil oleh seorang CEO atau pemimpin yang memiliki perspektif menyeluruh dan otoritas penuh untuk menentukan arah besar organisasi.

Peran CEO krusial karena pada saat target profit harus tetap dijaga dan produktivitas ditingkatkan, CEO memiliki posisi untuk menyederhanakan kompleksitas, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, dan menggerakkan seluruh organisasi agar tetap berada di jalur pertumbuhan. Tanpa kepemimpinan yang tegas dan visi yang tepat, perusahaan berisiko tertinggal dalam lanskap bisnis yang terus berubah.

Kondisi Ekonomi Dunia

Mengutip Outlook OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) September 2025 memproyeksi pada akhir tahun ini PDB global tumbuh 3,2% dan 2,9% pada 2026. Salah satu penghambat tumbuhnya ekonomi yaitu akibat kebijakan tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian kebijakan.

Inflasi di sebagian besar negara G20 diproyeksi turun seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja yang terus melemah. Inflasi umum diperkirakan turun dari 3,4% pada 2025 menjadi 2,9% pada 2026, sementara inflasi inti di negara-negara maju G20 secara umum tetap stabil, hanya sedikit menurun dari 2,6% menjadi 2,5%.

Langkah CEO Dorong Perubahan

Saat mencapai tujuan perusahaan, CEO dapat melakukan perubahan besar di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan CEO seperti dikutip dari BCG.com:

1. Menciptakan Tujuan dan Kejelasan

CEO berperan utama merumuskan dan mengaktifkan tujuan organisasi agar terintegrasi dalam budaya, strategi, dan operasional. Tujuan yang jelas menjadi panduan keputusan dan dasar strategi. Narasi strategis yang tepat membantu menyelaraskan karyawan, investor, dan pemangku kepentingan terhadap ambisi dan penciptaan nilai organisasi.

2. Menciptakan Fokus

Dengan kejelasan arah, CEO memastikan organisasi memusatkan energi pada prioritas yang memberi dampak terbesar. Menggunakan kerangka “now, next, never”, CEO memutuskan inisiatif penting dan menghentikan yang tidak bernilai. Fokus efektif memerlukan keberanian mengatakan “tidak” serta kemampuan menyeimbangkan hasil jangka pendek dan investasi jangka panjang.

3. Menciptakan Kapasitas

Kapasitas organisasi ditingkatkan melalui kombinasi keterampilan, ketahanan, teknologi, dan keberagaman tim. CEO harus memahami kondisi emosional karyawan dan mengatasi kelelahan organisasi. Investasi pada teknologi dan AI, serta peningkatan keterampilan, menjadi kunci memperkuat produktivitas dan kesiapan organisasi menghadapi perubahan.

4. Menciptakan Dorongan

CEO menciptakan dorongan dengan memberikan stabilitas, menumbuhkan kepercayaan diri tim, dan membangun budaya akuntabilitas. Energi, antusiasme, serta keyakinan bahwa tim mampu melampaui batas menjadi penting. Melalui storytelling dan keteladanan, CEO menginspirasi organisasi bergerak cepat dan kompak menuju visi bersama.

5. Mengurangi Kompleksitas

Ketika organisasi tumbuh, kompleksitas meningkat dan sering memperlambat kerja. CEO harus menyederhanakan proses dengan menghapus peran tumpang tindih, memangkas produk yang tidak relevan, dan menyelaraskan proyek dengan strategi utama. Dengan menyerap kompleksitas di puncak, organisasi dapat bergerak lebih efektif dan fokus pada nilai inti.

6. Mengurangi Friksi

CEO perlu membedakan friksi konstruktif dan konflik tidak sehat. Dengan mendorong dialog terbuka, menyelaraskan nilai kepemimpinan, dan meningkatkan transparansi, CEO mengurangi kesalahpahaman serta memperkuat kolaborasi. Ketika kepemimpinan selaras, organisasi bergerak lebih cepat, dengan kepercayaan dan koordinasi yang lebih kuat di seluruh lini.

Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, update terus informasi terkait ekonomi bisnis, manajemen, finansial, dan gaya hidup hanya di laman News website BCA Prioritas.

Informasi lengkap cek di sini

Rekomendasi Berita