Menangkap Peluang Investasi di Tengah Era Bunga Rendah

(20/11/2025), Langkah bank sentral AS yang menurunkan suku bunga yang diikuti sejumlah bank sentral global membuat Anda perlu menyesuaikan portofolio keuangan. Hal itu mendorong investor mencari peluang investasi baru di tengah era suku bunga rendah.
  • Investor perlu melakukan diversifikasi segera mencari instrumen yang memiliki imbal hasil yang tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
  • Di era suku bunga rendah, deposito tetap menjadi pilihan solid untuk menjaga pertumbuhan dana.

Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve untuk berhati-hati pada kebijakan suku bunganya memberi sinyal kuat bahwa era suku bunga rendah masih akan berlanjut. Kebijakan moneter ini diharapkan mampu menahan perlambatan ekonomi Amerika Serikat, sekaligus memberikan dorongan tambahan bagi pasar keuangan global.

Sejalan dengan pergerakan The Fed, sejumlah bank sentral di berbagai negara mulai menyesuaikan langkah untuk menjaga stabilitas dan memperkuat momentum pertumbuhan domestik. Indonesia pun tak terkecuali, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan bunga acuan menjadi 4,75% sejak September 2025 lalu sebagai upaya menstimulasi konsumsi, investasi, dan likuiditas perbankan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Kondisi ini menciptakan lanskap baru bagi para investor dan pemilik kekayaan. Peluang menata kembali portofolio dan mencari instrumen investasi yang lebih optimal semakin terbuka lebar. Dengan strategi yang tepat, era suku bunga rendah dapat menjadi momentum untuk menjaga sekaligus menumbuhkan nilai aset.

Suku Bunga Acuan

Mengutip Trading Economics, Federal Reserve menurunkan suku bunga atau Fed Fund Rate sebesar 25 bps ke kisaran target 3,75%–4,00% pada pertemuan Oktober 2025. Penurunan itu sesuai dengan ekspektasi pasar dan mengikuti pemotongan serupa pada bulan September, membawa biaya pinjaman ke level terendah sejak 2022.

Ke depan, sebagian besar investor telah mengantisipasi era suku bunga rendah yang akan dilakukan The Fed. Sedangkan, Bank Indonesia menurunkan bunga acuan sebanyak lima kali pada tahun 2025, yaitu pada 15 Januari menjadi 5,75%, 21 Mei turun ke 5,50%, 16 Juli turun ke 5,25%, 20 Agustus turun ke 5,00%, dan 17 September hingga saat ini di level 4,75%.

Peluang Investasi

Adapun strategi dan peluang investasi yang bisa menjadi celah menjaga pertumbuhan kekayaan di era suku bunga rendah dalam beberapa waktu ke depan, dikutip usnews.com antara lain:

1. Deposito Masih menjadi Pilihan

Di era suku bunga rendah, deposito tetap menjadi pilihan solid untuk menjaga pertumbuhan dana. Meski deposito jangka pendek umumnya menawarkan suku bunga lebih tinggi dalam dua tahun terakhir. Namun dengan situasi saat ini deposito berjangka tiga hingga lima tahun menarik untuk mengunci bunga sebelum turun lebih jauh.

2. Memaksimalkan Imbal Hasil dengan Deposito Laddering

Deposito laddering memberi fleksibilitas menghadapi perubahan suku bunga dengan membuka deposito berjangka berbeda. Saat setiap tenor jatuh tempo, dana dapat ditempatkan kembali pada bunga lebih tinggi atau dikunci sebelum turun. Strategi ini memberi akses dana berkala sambil menikmati imbal hasil deposito jangka panjang yang biasanya lebih tinggi.

3. Obligasi Dapat menjadi Alternatif

Obligasi pemerintah maupun korporasi dapat menjadi alternatif menarik saat suku bunga turun, karena imbal hasil tetap kompetitif dan potensi kenaikan harga obligasi meningkat. Anda disarankan untuk lebih fokus pada instrumen obligasi dengan rating baik karena premi risiko instrumen berisiko sedang tidak optimal.

Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, bagaimana dengan portofolio keuangan Anda? Apakah Anda perlu melakukan evaluasi portofolio? Membantu memantau portofolio keuangan di BCA, Anda bisa memanfaatkan Laporan Finansial yang ada di Website Prioritas.

Informasi lengkap cek tautan berikut.

Rekomendasi Berita