
Para perempuan terkaya di dunia tidak hanya dikenal dengan gaya hidup mewah tetapi juga peran yang signifikan dalam perekonomian global. Para crazy rich women memegang saham penting di berbagai sektor dan industri, mulai dari barang konsumen hingga bidang energi dan pertambangan.
Para perempuan terkaya ini tidak hanya mewarisi kekayaan, tetapi juga mengembangkan kerajaan bisnis, melakukan inovasi, dan ekspansi. Beberapa memimpin bisnis di balik layar, sementara yang lainnya aktif dalam filantropi di bidang seni, sains, dan teknologi, menjadikan mereka sosok yang menginspirasi di dunia bisnis dan sosial.
Kontribusi Perempuan dalam Perekonomian Global
Menurut riset McKinsey Global Institute, partisipasi perempuan yang lebih setara di dunia ekonomi bisa menambah hingga USD28 triliun pada PDB global di 2025. Hal senada juga dilaporkan OMFIF (Official Monetary and Financial Institutions Forum) menyebut bahwa organisasi dengan representasi perempuan di kepemimpinan yang lebih tinggi, 39% lebih mungkin menunjukkan performa finansial yang lebih baik dibanding perusahaan yang kurang inklusif.
Sayangnya, menurut data International Labour Organization (ILO), hanya sekitar 6–9% CEO secara global adalah perempuan, menunjukkan bahwa representasi perempuan di puncak kepemimpinan masih terbatas. Di sisi lain, sekitar 27% dari kursi dewan di berbagai perusahaan diisi oleh perempuan, meskipun angka ini jauh di bawah representasi di level pekerja keseluruhan.
Daftar Perempuan Terkaya di 2026
Mengutip data Forbes Real-Time Billionaires, berikut daftar 10 perempuan terkaya di dunia pada 2026 (data diambil per 27 Februari 2026).
1. Alice Walton (USD101 miliar)
Putri pendiri Walmart, Sam Walton, ini berhasil merebut posisi sebagai perempuan terkaya di dunia setelah 5 tahun terakhir gelar tersebut dipegang oleh pewaris L'Oréal, Francoise Bettencourt Meyers dari Prancis, sejak 2021. Capaian ini diraih Alice berkat nilai sahamnya yang meningkat 40% di Walmart menjadi 11%.
2. Francoise Bettencourt Meyers (USD81,6 miliar)
Setelah sempat menduduki posisi pertama selama beberapa tahun, cucu pendiri L'Oréal ini berada di peringkat kedua. Kepemilikan saham keluarganya sebesar 35 persen di raksasa kosmetik dunia itu tetap menjaga posisinya sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan Francoise turut didukung perannya sebagai chairwoman perusahaan induk keluarga, Tethys, yang mengelola investasi.
3. Julia Koch (USD74,2 miliar)
Mewarisi 42% saham Koch Industries setelah wafatnya sang suami, David Koch, Julia kini mengawasi salah satu perusahaan swasta terbesar di Amerika Serikat. Kekayaannya terus stabil berkat diversifikasi bisnis Koch Industries yang mencakup energi, bahan kimia, polimer, hingga teknologi medis.
4. Jacqueline Mars (USD42,6 miliar)
Perempuan berusia 86 tahun ini adalah tokoh penting dalam industri permen. Ia memiliki sepertiga saham Mars Inc., perusahaan di balik M&M's, Snickers, Skittles, dan sejumlah merek makanan lain. Mars Inc. adalah perusahaan swasta terbesar keempat di AS dengan nilai valuasi yang terus meningkat, seiring dengan ekspansinya ke produk makanan ringan yang menyehatkan dan perawatan hewan peliharaan.
5. Savitri Jindal (USD35,5 miliar)
Kekayaan Savitri Jindal berasal dari industri baja. Ia adalah pemimpin di Jindal Group, sebuah konglomerat besar India di bidang baja, energi, infrastruktur, dan semen. Setelah kematian suaminya, OP Jindal, ia mengambil alih bisnis keluarga dan berkembang pesat di bawah kepemimpinan putra-putranya di berbagai cabang perusahaan.
6. Abigail Johnson (USD32,7 miliar)
Menempati posisi CEO dan presiden Fidelity Investments, Abigail mengendalikan salah satu manajer aset terbesar di dunia. Ia mengambil alih jabatan CEO dari ayahnya, Ned Johnson, pada tahun 2014 dan sejak itu telah memodernisasi perusahaan dengan fokus pada perangkat digital dan produk baru yang ditujukan untuk investor milenial dan Gen Z.
7. Miriam Adelson (USD32,1 miliar)
Kekayaan perempuan berusia 80 tahun ini berasal dari Las Vegas Sands Corp. (LVS), kerajaan kasino yang dibangun oleh mendiang suaminya, Sheldon Adelson. Setelah kematiannya pada 2021, Miriam mewarisi saham pengendali di perusahaan tersebut yang memiliki kasino dan resor di Macau dan Singapura.
8. Marilyn Simons (USD31 miliar)
Marilyn memperoleh kekayaannya dari kepemilikan di Renaissance Technologies, sebuah hedge fund yang didirikan suaminya, Jim Simons, yang mengandalkan model matematika untuk perdagangan keuangan. Selain itu, dia juga memimpin Simons Foundation, yayasan filantropi yang mendukung riset ilmiah dan teknologi.
9. Melinda French Gates (USD30,4 miliar)
Melinda adalah salah satu pendiri Bill & Melinda Gates Foundation, yang memiliki aset besar dan fokus pada inisiatif kesehatan global, pengentasan kemiskinan, serta pendidikan. Kekayaannya sebagian besar berasal dari warisan kekayaan suaminya, Bill Gates, serta pengaruhnya dalam berbagai upaya filantropi global.
10. Gina Rinehart (USD29,3 miliar)
Gina memperoleh kekayaannya melalui Hancock Prospecting, perusahaan pertambangan yang fokus pada bijih besi dan komoditas lain. Ia mengembangkan bisnis tambang setelah mengambil alih dari ayahnya dan kini menjadi salah satu orang terkaya di Australia. Kekayaannya juga diperkuat oleh proyek besar seperti tambang Roy Hill.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, pemimpin bisnis perempuan mana yang menginspirasi Anda? Akses website Prioritas untuk berbagai informasi mengenai privilege BCA dan partner BCA serta update bisnis, finansial, manajemen dan gaya hidup.