(06/03/2026), Menjaga loyalitas pelanggan adalah salah satu kunci penting untuk kesuksesan bisnis. Diperlukan strategi yang efektif untuk memikat pelanggan dengan loyalty program di 2026.

Di tengah persaingan bisnis, loyalty program menjadi salah satu strategi untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Program ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelanggan, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang.
Bagi para pemilik bisnis, memahami pentingnya loyalitas pelanggan berarti membuka peluang peningkatan pendapatan berkelanjutan. Dengan pendekatan tepat, loyalty program dapat menjadi kunci menciptakan pengalaman yang lebih personal dan mendalam bagi konsumen, terutama bagi mereka yang mengutamakan kualitas dan eksklusivitas.
Loyalty Program Tingkatkan Pendapatan

Hasil riset Antavo menemukan 92,7% perusahaan dengan loyalty program meraih return on investment (ROI) positif dengan rata-rata mencapai 5,3 kali biaya investasi. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa loyalty program menjadi mesin penggerak pendapatan jangka panjang.
Data Zoho Thrive menunjukkan bahwa lebih dari 80% konsumen terlibat aktif dengan loyalty program. Sebanyak 72% pelanggan juga cenderung belanja lebih banyak pada brand yang memiliki loyalty program. Hal ini menunjukkan loyalty program dapat memperkuat hubungan dan peluang pembelian kembali (repurchase).
Memikat Pelanggan dengan Loyalty Program

Berikut beberapa strategi yang dapat digunakan untuk merancang loyalty program yang efektif seperti dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
1. Program yang Relevan
Loyalty program bukan lagi sekadar penawaran umum, tetapi program yang lebih dipersonalisasi dan relevan dengan segmen konsumen. Brand bisa menggunakan AI untuk mengumpulkan data dan menentukan pelanggan bernilai tinggi, merancang program penawaran yang bisa meningkatkan margin sekaligus mengurangi promosi dengan ROI rendah.
2. Kepuasan Real-time
Sekarang, konsumen cenderung menuntut kepuasan dari loyalty program secara real-time seperti penukaran benefit atau diskon harga. Sebaliknya, loyalty program yang rumit, menunggu lama dapat menyebabkan frustasi dan pelanggan Anda beralih ke brand lain.

3. Membangun Engagement Brand dan Konsumen
Jangan hanya fokus pada volume transaksi jangka pendek, bisnis juga perlu membuat loyalty program dengan pendekatan emosional. Bisnis dapat menghadirkan konten media sosial atau aktivasi dari promosi produk untuk membangun kedekatan konsumen. Riset menunjukkan pelanggan dengan loyalitas emosional bisa lebih bertahan bahkan 306% lebih tinggi.
4. Sistem Hadiah Hybrid yang Fleksibel
Sistem berbasis poin yang monoton mulai ditinggalkan seiring munculnya sistem hadiah hybrid yang fleksibel. Konsumen kini lebih suka program hadiah yang menggabungkan keuntungan transaksional seperti diskon atau cashback dengan acara atau aktivasi eksklusif. Hal ini membuat loyalty program lebih inklusif dan menarik, sekaligus meningkatkan keterlibatan pelanggan.

5. Gamifikasi dan Program Berbasis Komunitas
Loyalty program dengan konsep gamifikasi berbasis komunitas mulai digunakan untuk menciptakan partisipasi yang lebih menyenangkan dan interaktif. Gamifikasi dapat berupa misi, papan peringkat loyalitas, atau elemen kejutan lainnya.
Program berbasis komunitas menumbuhkan rasa memiliki melalui pengalaman bersama, menggeser fokus dari sekadar transaksi ke interaksi yang bermakna.
6. Program Hadiah Berbasis Langganan
Strategi ini populer bila bisnis Anda memiliki pelanggan premium yang menghasilkan pendapatan lebih tinggi. Pelanggan membayar untuk fasilitas eksklusif seperti akses prioritas, pengiriman gratis atau pengalaman yang dipersonalisasi.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, apa strategi Anda untuk menjaga loyalitas pelanggan? Menjaga dan meningkatkan pengalaman pelanggan saat bertransaksi di gerai offline bisnis adalah hal mutlak dalam membangun loyalty program.
Anda dapat memanfaatkan privilege BCA berupa EDC Merchant BCA.
Cek informasi lengkapnya di sini