Ini Dia 3 Ratu Chassis, Server, dan Chip yang Menopang Ledakan AI

(29/05/2026), Industri hardware dan data center memiliki tiga ratu chassis, server dan chip yang menjadi penopang ledakan AI global. Mereka membuktikan bahwa perempuan juga bisa berperan besar di laboratorium, pusat riset dan strategi teknologi.
  • Maggi Chen, Lisa Su, dan He Tingbo adalah tiga ratu dibalik industri chassis, server dan chip yang memiliki peran penting dalam pengembangan software berbasis AI.
  • Tiga perempuan ini menunjukkan bahwa ledakan AI tidak hanya ditopang software, tetapi juga hardware, manufaktur, dan strategi teknologi yang bekerja di balik layar.

Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) membuat perusahaan semikonduktor dan komputasi AI seperti NVIDIA, maupun Qualcomm menjadi raksasa teknologi baru. Namun, di balik gemerlap perusahaan tersebut, ada ekosistem industri yang relatif jarang disorot. Industri seperti server, sistem pendingin, hingga chassis berfungsi seperti "rumah" bagi berbagai komponen komputasi dengan performa tinggi.

Uniknya, industri manufaktur dan engineering untuk hardware dan infrastruktur data center seperti chassis memiliki pemimpin bisnis perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam revolusi AI. Mereka tidak selalu berada di depan kamera atau panggung konferensi tetapi juga bekerja di balik laboratorium, pusat riset, dan ruang strategi teknologi yang menentukan masa depan industri hardware global.

Beberapa nama besar seperti Maggi Chen yang berkewarganegaraan Taiwan bahkan dikenal sebagai Queen of Chassis.  Cek beberapa kisahnya seperti dikutip berbagai sumber:

Maggi Chen

(Image: Forbes)

Maggi Chen adalah sosok dibalik sukses Chenbro Micom, perusahaan Taiwan yang kini menjadi pemain penting dalam bisnis pembuatan casing server untuk kebutuhan AI, cloud, dan data center global.

Bisnisnya berawal dari bisnis casing sederhana di tahun 1980-an, Chenbro kini menjadi pemasok chassis server kustom untuk perusahan global pengembang AI. Mengutip Forbes, pendapatan Chenbro Micom naik 52% pada 2025 menjadi 22 miliar TWD (Dolar baru Taiwan) didorong kebutuhan AI server chassis yang lebih kompleks, presisi, ringan, kuat, serta tahan panas.

Maggi Chen meneruskan bisnis yang seperti tidak "ramah perempuan" ini setelah suami dan saudaranya mundur dari operasional. Ia kemudian memimpin perusahaan dengan gaya yang dekat dengan pekerja pabrik dan berorientasi  kebutuhan pelanggan. Chenbro Micom terus menjadi besar dan melakukan ekspansi pabrik hingga ke Texas dan Malaysia, sekaligus meningkatkan R&D untuk menghadapi kebutuhan server AI yang makin berat dan panas. Maggi melihat tantangan sebagai sumber nilai bisnis.

 "Jika tidak sulit, maka tidak layak dikerjakan," ungkapnya ditulis Forbes.

Lisa Su

(Image: AMD)

Lisa Su memiliki peran penting dalam mengubah AMD dari perusahaan semikonduktor yang sempat tertinggal menjadi pemain utama di industri computing, data center, dan AI. Sebagai Chair dan CEO AMD, ia memiliki kombinasi latar belakang teknis dan strategi bisnis. Lisa memiliki gelar PhD di bidang Electrical Engineering dari Massachusetts Institute of Technology dan pernah membangun karier di IBM dan Freescale sebelum bergabung dengan AMD. Pengalaman ini membuatnya mampu membaca arah industri chip dari kebutuhan arsitektur, performa, dan efisiensi komputasi.

Strategi bisnis Lisa Su di AMD adalah memperkuat area dengan potensi pertumbuhan tinggi, terutama prosesor Ryzen untuk komputer personal (PC), EPYC untuk server dan data center, serta akselerator AI. Di bawah kepemimpinannya, AMD semakin agresif masuk ke pasar data center. Ia juga menjadi otak keberhasilan AMD dalam merancang server. Spesifikasi prosesor seperti jumlah core, konsumsi daya, panas yang dihasilkan, dan kebutuhan konektivitas akan mempengaruhi desain server, sistem pendingin, air flow, power supply, hingga bentuk chassis.

He Tingbo

(Image: Huawei)

He Tingbo adalah sedikit perempuan yang duduk dalam jajaran manajemen Huawei. Dalam profil resmi Huawei, ia menjabat sebagai Director Chair of Huawei Scientist Committee, ITMT Director, dan President of the Semiconductor Business Department. Ia bergabung dengan Huawei sejak 1996 dan telah berkarier di bidang pengembangan chip, riset, arsitektur, hingga supply chain.

Di tahun 2019, AS menjatuhkan sanksi pada Huawei terhadap teknologi dan rantai pasok semikonduktor global. Saat itu, analis memprediksi bisnis chip Huawei akan lumpuh. Namun He Tingbo menjadi salah satu figur utama yang memimpin agar perusahaan dapat bertahan. Reuters menulis He Tingbo bukan hanya sekadar eksekutif teknis, tetapi simbol perusahaan hardware bertahan ketika akses ke teknologi manufaktur dibatasi.

Prestasi dan kariernya semakin bersinar saat membawakan pendekatan Tau Scaling Law, yaitu strategi pengembangan chip yang tidak lagi hanya bergantung pada pengecilan transistor tetapi pada efisiensi sistem, kecepatan transfer data, dan optimasi arsitektur di event IEEE International Symposium on Circuits and System di Shanghai beberapa waktu lalu.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Siapa saja tokoh teknologi yang menjadi salah satu sumber insight dalam pengembangan bisnis?

Update informasi seputar ekonomi dan bisnis, manajemen, investasi serta gaya hidup di Website Prioritas. Cek selengkapnya di sini.

Rekomendasi Berita