
Di tengah tantangan pasokan dan kenaikan biaya energi, pebisnis dituntut lebih adaptif menjaga keberlangsungan bisnis. Menerapkan strategi dapat membantu perusahaan tetap efisien sekaligus mempertahankan daya saing di berbagai kondisi.
Mulai dari optimalisasi penggunaan energi hingga investasi pada solusi yang lebih berkelanjutan memberi dampak jangka panjang bagi operasional bisnis. Semakin banyak perusahaan menjadikan ketahanan energi sebagai bagian penting strategi pertumbuhan.
Tantangan Biaya & Mitigasi Risiko Energi
Laporan terbaru World Economic Forum (WEF) yang melibatkan 11 ribu pelaku bisnis menemukan 37% responden menilai kenaikan biaya energi dan komoditas menjadi hambatan utama membangun model bisnis berkelanjutan dan kompetitif.
Meski demikian, analisis Reuters terhadap 175 perusahaan besar di Eropa menunjukkan bahwa banyak perusahaan lebih siap menghadapi gejolak energi dibanding sebelumnya. Mereka mengandalkan sejumlah strategi seperti hedging energi, kontrak jangka panjang, dan indeksasi harga untuk mengurangi dampak lonjakan biaya energi.
Survei Deloitte Global juga sejalan. Survei terhadap lebih dari 2.100 eksekutif di 27 negara menyebut keberlanjutan masih masuk dalam tiga prioritas utama c-suite, sejajar dengan adopsi teknologi dan AI. Banyak perusahaan meningkatkan investasi keberlanjutan karena dinilai mampu menciptakan nilai bisnis dan ketahanan jangka panjang.
Strategi Menjaga Bisnis Tetap Berkelanjutan
Sejumlah langkah strategis dapat dilakukan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis seperti dirangkum dari berbagai sumber:
1. Jadikan Efisiensi Energi sebagai Prioritas Strategis
Banyak perusahaan memandang efisiensi energi sebagai upaya penghematan biaya. Padahal, langkah ini menjadi fondasi peningkatan daya saing sekaligus mengurangi risiko operasional saat harga energi fluktuasi.
Survei International Energy Agency (IEA) menemukan bahwa hampir 40% perusahaan menjadikan efisiensi energi sebagai langkah pertama menghadapi kenaikan biaya energi. Selain menekan pengeluaran, efisiensi membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi downtime operasional.
2. Lakukan Audit dan Pemantauan Energi Secara Berkala
Perusahaan tidak dapat mengelola apa yang tidak mereka ukur. Karena itu, audit energi menjadi langkah penting untuk mengetahui area operasional yang paling mengonsumsi energi dan berpotensi pemborosan.
Menurut laporan IEA, audit energi mampu mengidentifikasi peluang penghematan rata-rata hingga 18% dari total penggunaan energi. Dengan data yang lebih akurat, perusahaan dapat mengambil keputusan investasi yang lebih tepat sasaran.
3. Investasi pada Teknologi dan Peralatan yang Lebih Efisien
Di tengah tekanan biaya energi, mengganti peralatan lama dengan teknologi yang efisien dapat menjadi investasi jangka panjang. Langkah ini tidak hanya menurunkan konsumsi energi, tetapi juga meningkatkan keandalan operasional.
Penggunaan sistem pencahayaan LED, motor hemat energi, sistem otomatisasi, hingga teknologi pemantauan digital terbukti membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan energi.
4. Diversifikasi Sumber Energi & Manfaatkan Energi Terbarukan
Ketergantungan pada satu sumber energi meningkatkan risiko bisnis ketika terjadi gangguan pasokan atau lonjakan harga. Karena itu, semakin banyak perusahaan mulai mengombinasikan sumber energi konvensional dengan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan operasional.
Tren investasi global juga menunjukkan pergeseran ke energi bersih. IEA mencatat investasi energi bersih secara global melampaui investasi energi fosil, hal ini menandakan semakin banyak pihak terlibat dalam energi terbarukan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
5. Libatkan Seluruh Karyawan dalam Budaya Hemat Energi
Transformasi energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga perilaku manusia dalam organisasi. Karyawan yang memahami pentingnya efisiensi energi cenderung lebih aktif mengidentifikasi peluang penghematan dalam aktivitas sehari-hari.
Laporan IEA menemukan bahwa program pelatihan dan kampanye kesadaran energi dapat menghasilkan penghematan energi signifikan. Ketika budaya efisiensi menjadi bagian perusahaan, manfaatnya tidak hanya dari biaya, tetapi juga organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, strategi bisnis apa yang Anda siapkan untuk menjaga keberlanjutan bisnis? Update informasi mengenai bisnis keuangan, investasi serta gaya hidup di Website Prioritas.
Cek lengkapnya Website Prioritas