8 Miliarder AI Terkaya di Dunia 2026

(08/06/2026), Ledakan industri AI menciptakan miliarder baru dengan valuasi perusahaan fantastis. Simak delapan miliarder AI terkaya di dunia 2026.
  • Forbes mencatat ada 86 miliarder AI yang masuk dalam peringkat tahunan daftar orang terkaya dunia.
  • Sejumlah miliarder AI terkaya dunia mulai dari Elon Musk hingga Jensen Huang.

Di tengah ledakan industri AI, sejumlah CEO berhasil menjadi miliarder baru dengan valuasi perusahaan fantastis. Forbes melaporkan setidaknya ada 86 miliarder AI yang masuk dalam peringkat tahunan daftar orang terkaya dunia, dengan total kekayaan mencapai USD2,9 triliun.

Dari jumlah tersebut, 45 orang di antaranya menjadi miliarder hanya dalam setahun. Mereka bergabung dengan total 468 miliarder di bidang teknologi dalam daftar Forbes dengan total kekayaan mencapai USD4,8 triliun, naik USD1,1 triliun dibanding tahun lalu.

Sebagian besar kenaikan kekayaan dipicu oleh Elon Musk yang menggabungkan SpaceX dengan xAI senilai USD500 miliar, serta kekayaan Larry Page dan Sergey Brin dari Google yang naik masing-masing USD113 miliar dan USD99 miliar, karena Gemini yang membuat Google kembali menjadi pemain besar AI. Tak kalah, CEO Nvidia Jensen Huang menambah USD55,3 miliar seiring harga saham raksasa chip AI Nvidia yang terus meroket.

Keberhasilan mereka bukan hanya angka, tetapi juga inovasi yang mengubah cara dunia melihat teknologi dan aplikasinya. Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, kisahnya menawarkan inspirasi peluang bisnis dan investasi di era AI yang terus berkembang pesat.

8 Miliarder AI Terkaya di 2026

1. Elon Musk – USD826,1 miliar

Elon Musk masih memimpin daftar orang terkaya dunia, dengan kekayaan terbesar berkat perannya di Tesla, SpaceX, dan keterlibatannya dengan teknologi AI. Posisi puncaknya mencerminkan dominasi platform AI dan kendaraan listrik sebagai mesin pertumbuhan.

Selain itu, Musk juga berani mengambil risiko proyek AI dan teknologi inovatif lainnya. Strateginya menunjukkan kombinasi visi dan eksekusi menghasilkan dampak finansial yang luar biasa.

2. Larry Ellison – USD296 miliar

Larry Ellison, pendiri Oracle, duduk sebagai miliarder AI karena perusahaan yang dipimpinnya menjadi tulang punggung infrastruktur data dan cloud. Kenaikan saham Oracle di tengah optimisme AI makin mengukuhkan posisinya di jajaran atas daftar orang terkaya dunia.

Oracle memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dan menawarkan solusi cloud yang cerdas. Hal ini menunjukkan investasi teknologi lama juga bisa menghasilkan pertumbuhan luar biasa di era AI.

3. Larry Page – USD295 miliar

Co‑founder Google ini menjadi tokoh penting dunia AI berkat saham besar dalam Alphabet dan inovasi lewat model AI seperti Gemini. Karyanya di bidang teknologi pencarian dan kecerdasan buatan terus menjadi ujung tombak pertumbuhan kekayaan. Selain itu, Page mendukung proyek AI eksperimental yang memiliki potensi mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi.

4. Sergey Brin – USD272,1 miliar

Sergey Brin juga menikmati kekayaan luar biasa dari saham Alphabet dan perannya dalam pengembangan AI. Meski lebih low-profile, keterlibatannya dalam strategi teknologi membantu mempertahankan posisinya di puncak daftar miliarder dunia. Pengusaha berusia 52 tahun ini fokus pada inovasi internal Google yang mendukung pengembangan model AI generatif dan cloud.

5. Jeff Bezos – USD264,8 miliar

Pendiri Amazon berada di top 5 daftar berkat diversifikasi bisnis yang mencakup logistik, cloud, dan adopsi AI di layanan konsumen dan bisnis. Keberlanjutan inovasi di lini teknologi membuat kekayaannya kuat meski kompetisi ketat. Amazon menggunakan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional.

6. Jensen Huang – USD192,4 miliar

CEO Nvidia ini menjadi simbol kekuatan chip AI yang menjadi “bahan bakar” revolusi kecerdasan buatan. GPU Nvidia mendominasi pusat data global dan mendorong permintaan tinggi di berbagai sektor. Perannya dalam mendorong teknologi semikonduktor membuat kekayaannya terus meningkat dalam peringkat miliarder dunia.

7. Edwin Chen – USD18 miliar

Pendiri Surge AI ini adalah contoh miliarder baru yang lahir langsung dari inti industri AI dengan kekayaan dari pelabelan data dan teknologi dasar AI. Pengusaha asal Taiwan ini menunjukkan peluang besar bisa datang dari bagian teknologi yang kurang terekspos namun krusial. Chen fokus pada pengembangan data berkualitas yang menjadi bahan bakar model AI generatif.

8. Liu Debing – USD27,3 miliar

Cofounder Z.ai, pembuat openAI models yang bersaing dengan pemain besar, Liu Debing berhasil masuk klub miliarder berkat ledakan IPO dan minat investor terhadap AI. Kisahnya memberi inspirasi bagi pengembangan AI di pasar global. Debing menekankan kolaborasi terbuka dan model AI yang diakses banyak pihak.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Investasi di bidang teknologi dan AI yang seperti apa yang ingin dikembangkan bagi bisnis di tahun ini? Update informasi seputar ekonomi dan bisnis, manajemen, investasi serta gaya hidup di Website Prioritas.

Cek selengkapnya di sini.

Rekomendasi Berita