7 Negara Teratas Tujuan Investasi Energi Terbarukan Dunia

(15/06/2026), Sektor energi terbarukan semakin menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang dan portofolio berkelanjutan. Ada tujuh negara teratas tujuan investasi energi terbarukan dunia.

  • Investasi energi terbarukan diproyeksikan mencapai USD2,2–2,3 triliun pada 2026, hampir dua kali lipat dari bahan bakar fosil.
  • Sejumlah negara yang jadi tujuan utama investasi energi terbarukan dunia, dari China hingga India.

Energi terbarukan menjadi salah satu magnet investasi global dengan proyek seperti tenaga surya dan angin yang terus tumbuh dan menarik modal triliunan dolar. Bukan sekadar tren, hal ini menjadi peluang nyata untuk menambah diversifikasi portofolio dengan potensi imbal hasil jangka panjang.

Energi Terbarukan Semakin Menarik Bagi Investor

Secara global, investasi energi terbarukan diproyeksikan mencapai USD2,2–2,3 triliun pada 2026, hampir dua kali lipat dibanding pengeluaran bahan bakar fosil, menurut laporan IEA World Energy Investment 2026. Tren ini didorong proyek tenaga surya, angin, dan penyimpanan energi yang terus menerima aliran modal institusional besar.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan pengembangan 50 GW energi terbarukan hingga 2035, dengan kebutuhan investasi sekitar Rp1.650 triliun. Meski potensi energi terbarukan mencapai 3.687 GW, pemanfaatan saat ini baru sekitar 15,6 GW, membuka ruang besar bagi investor domestik dan internasional.

Deretan Negara Teratas Tujuan Investasi Energi Terbarukan

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh negara yang menjadi tujuan utama investasi energi terbarukan di dunia.

1. China

China memimpin pangsa investasi energi terbarukan global berkat pembangunan kapasitas besar di tenaga surya, angin, dan baterai, sehingga menjadikannya pusat manufaktur teknologi bersih terbesar dunia. Investasi bersihnya mendorong penurunan biaya produksi teknologi energi bersih sekaligus memperkuat posisi China sebagai hub ekspor panel surya dan komponen baterai global. Selain dominasi kapasitas terpasang, komitmen pemerintah China memperluas green finance menarik modal institusional besar dari dalam dan luar negeri, terutama sektor penyimpanan energi.

2. Amerika Serikat (AS)

AS menjadi pasar investasi energi terbarukan penting dengan kombinasi besar kapasitas angin dan surya serta inovasi di teknologi penyimpanan energi dan grid pintar. AS juga memimpin pasar corporate PPA untuk tenaga bersih, menarik perusahaan besar untuk membeli listrik terbarukan jangka panjang.

Meskipun politik energi di tingkat federal berubah, negara bagian seperti Texas dan California tetap agresif dalam mendorong proyek energi bersih, menciptakan peluang investasi jangka panjang yang menarik di berbagai segmen teknologi bersih.

3. Brasil

Brasil memiliki profil energi terbarukan terbesar di dunia, ditopang oleh kapasitas hidroelektrik yang signifikan serta pertumbuhan investasi di tenaga angin dan surya. Dominasi hidro membuat Brasil menarik untuk investasi berkelanjutan dengan kombinasi kapasitas besar dan potensi pertumbuhan yang stabil.

Peluang investasi juga diperkuat kebutuhan diversifikasi energi dan dukungan kebijakan untuk mempercepat transisi energi bersih, terutama di wilayah timur laut yang kaya potensi angin dan sinar matahari.

4. Kanada

Kanada dikenal dengan sumber daya hidro yang melimpah, menjadikannya tujuan investasi bagi proyek energi terbarukan berbasis air dan storage skala besar. Negara ini memiliki stabilitas politik dan ekosistem investasi yang kondusif, menarik modal asing untuk sektor energi bersih. Dengan peta energi yang kuat dan target penurunan emisi yang ambisius, Kanada menawarkan peluang perkembangan proyek listrik hijau yang solid.

5. India

India menggenjot investasi tenaga surya dan angin dalam skala besar untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat. Proyek energi terbarukan menjadi fokus strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menciptakan lapangan kerja baru. Investor melihat India sebagai pasar berkembang dengan pertumbuhan permintaan energi hijau.

6. Jerman

Jerman agresif mengembangkan energi terbarukan terutama angin dan surya, di tengah komitmen kuat terhadap target net‑zero. Transisi negara menarik investasi besar dari perusahaan utilitas besar dan investor infrastruktur global. Strategi energiewende (energi transisi) yang fokus pada efisiensi, dukungan kebijakan dan integrasi jaringan menjadikan Jerman menarik bagi modal jangka panjang, terutama proyek energi bersih terintegrasi.

7. Jepang

Jepang mempercepat investasi energi terbarukan setelah pengurangan penggunaan nuklir pasca insiden sebelumnya, dengan fokus pada tenaga surya dan teknologi penyimpanan energi. Permintaan untuk solusi energi bersih juga meningkat karena kebutuhan keamanan energi dan target pengurangan emisi. Investor menjadikan Jepang sebagai tujuan investasi karena kombinasi inovasi teknologi, dukungan kebijakan, serta kebutuhan diversifikasi portofolio energi.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik untuk memperluas investasi di sektor energi terbarukan? Update informasi investasi dan pasar modal dari Wealth Management BCA di Market Insight.

Cek lengkapnya Market Insight.

Rekomendasi Berita