Forbes 30 Under 30 Asia 2026: Generasi Muda Penggerak Perubahan

(03/07/2026), Usia muda tidak lagi menjadi penghalang untuk menciptakan dampak besar. Hal tersebut kembali dibuktikan melalui daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026.
  • 300 anak muda dari 10 kategori terpilih sebagai penggerak inovasi yang membentuk masa depan Asia melalui teknologi, bisnis, seni, sains, hingga dampak sosial.
  • Kecerdasan buatan (AI), keberlanjutan, dan solusi berbasis teknologi menjadi benang merah yang mewarnai karya penerima penghargaan tahun ini.

Tahun ini, Forbes menerima hampir 4.000 nominasi dari seluruh kawasan Asia. Proses penilaian juga melibatkan inovasi, kepemimpinan, dampak, serta potensi pertumbuhan dari setiap kandidat.

Ada 300 individu berusia di bawah 30 tahun dari seluruh Asia dipilih karena keberhasilannya menghadirkan inovasi, membangun bisnis, mengembangkan teknologi, serta menciptakan perubahan positif di berbagai sektor.

Daftar tahun 2026 mencakup 10 kategori, yaitu AI, Consumer & Enterprise Technology, Entertainment & Sports, Finance & Venture Capital, Healthcare & Science, Industry, Manufacturing & Energy, Retail & Ecommerce, Social Impact, Social Media, Marketing & Advertising, serta The Arts yang meliputi seni, gaya hidup, makanan, dan minuman. Keberagaman kategori ini menunjukkan bahwa inovasi hadir di hampir seluruh lini industri.

Berikut 8 tokoh muda dari Forbes 30 Under 30 Asia 2026 yang mewakili berbagai bidang, beserta latar belakang dan pencapaiannya.

1. Hikari Okita (Jepang) – Peneliti

Foto: Shunichi Oda untuk Forbes Asia

Asisten profesor di Institute of Science Tokyo ini meneliti xeno-nucleic acid (XNA), material genetik sintetis yang lebih stabil dibanding DNA dan RNA. Penelitiannya berpotensi membuka jalan bagi pengembangan kehidupan sintetis sekaligus membantu ilmuwan memahami asal-usul kehidupan Bumi. Forbes memasukkannya sebagai salah satu ilmuwan muda paling menjanjikan di Asia.

2. Alexandra Eala (Filipina) – Petenis Profesional

Foto: Courtesy of WME Agency

Di dunia olahraga, petenis Filipina Alexandra Eala menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian. Pada usia 20 tahun, ia berhasil menembus peringkat 50 besar WTA. Sepanjang 2025, Eala mencatat sederet sejarah sebagai petenis Filipina pertama yang mengalahkan dua pemain TOP 10 dunia, mencapai final turnamen WTA di Eastbourne, serta memenangi pertandingan utama tunggal Grand Slam di US Open.

3. Bhavitha Mandava (India) – Model

Foto: Taylor Hill/Getty Images

Model asal India Bhavitha Mandava menjadi perempuan India pertama yang membuka peragaan Chanel Métiers d'Artpada Desember 2025 sebagai muse direktur kreatif Matthieu Blazy. Tak lama kemudian, ia diangkat sebagai House Ambassador Chanel dan melakukan debut di Met Gala 2026. Perjalanannya, yang berawal setelah ditemukan agen model di kereta bawah tanah New York pada 2024, menjadi salah satu kisah paling inspiratif tahun ini.

4. Eugene Park (Korea Selatan) – Ilmuwan Material

Foto: Forbes

Mahasiswa doktoral di MIT ini meneliti material magnetik yang menjadi fondasi bagi teknologi komputasi hemat energi generasi berikutnya, melampaui keterbatasan semikonduktor berbasis silikon. Penelitiannya mendapat pengakuan melalui Graduate Student Gold Award dari Material Research Society.

5. Rong Sijia (Singapura) – Pendiri Action&Link

Foto: Forbes

Rong Sijia mendirikan Action&Link, perusahaan yang mengembangkan perangkat USB kecil yang mengubah gerakan tubuh pengguna menjadi kontrol untuk bermain gim PC maupun Nintendo Switch. Inovasi ini menunjukkan bagaimana AI dan perangkat keras dapat menghadirkan pengalaman bermain yang lebih interaktif.

6. RJ Gan (Filipina) – Pendiri Confidein

Foto: Instagram @rj_gan

RJ Gan merupakan salah satu pendiri Confidein, startup yang memadukan AI dengan kehidupan spiritual. Produk utamanya berupa cincin pintar berbasis NFC yang ketika ditempelkan ke smartphone menampilkan ayat Alkitab yang disesuaikan dengan kondisi emosional penggunanya.

7. Aniket Shah, Ujjwal Sukheja, dan Saran S. (India) – Pendiri Swish

Foto: Harshith Dambekodi untuk Forbes Asia

Tiga mantan rekan kerja di startup kripto ini mendirikan Swish, aplikasi pengiriman makanan yang menjanjikan makanan segar tiba dalam 10 menit. Setelah awalnya didanai sendiri, Swish berhasil menghimpun pendanaan sekitar USD54 juta, termasuk pendanaan Seri B senilai USD38 juta, sehingga menjadi startup quick commerce yang paling diperhitungkan.

8. Tarmo Peltokoski (Finlandia/Jepang) - Konduktor Musik Klasik

Foto: Keith Hiro/Hong Kong Philharmonic via AP

Konduktor muda asal Finlandia ini menjadi salah satu nama yang paling diperbincangkan di musik klasik. Di usia yang masih sangat muda, Tarmo telah memimpin berbagai orkestra bergengsi di Eropa dan Asia. Forbes menilai pencapaiannya sebagai bukti talenta muda mampu membawa warna baru dalam dunia seni klasik yang selama ini didominasi figur senior.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas kunjungi Website BCA Prioritas untuk berbagai layanan dan inovasi di Privilege BCA dan Partner BCA.

Cek informasi selengkapnya di sini

Rekomendasi Berita