
Di era bisnis yang dinamis, kualitas kepemimpinan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Peran leader tidak lagi hanya ditentukan oleh pengalaman atau keahlian teknis. Kemampuan mengambil keputusan, membangun tim solid, serta beradaptasi dengan perubahan menjadi faktor yang menentukan keberhasilan organisasi.
Executive coaching dapat menjadi investasi strategis untuk membantu para pemimpin mempertajam perspektif, mengembangkan potensi tim, serta mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.
Executive Coaching Kini Menjadi Investasi Kepemimpinan
Meningkatnya kebutuhan terhadap executive coaching tercermin dari tren global. Menurut laporan ICF Global Coaching Study yang dirilis pada 2025, lebih dari 50 % klien coaching didukung organisasi/perusahaan. Ini menunjukkan coaching banyak diadopsi sebagai strategi pengembangan talenta dan kepemimpinan.
Bagi business owner, CEO, maupun pemimpin perusahaan, melakukan executive coaching merupakan investasi membantu para pemimpin mengenali blind spot yang memperkuat kualitas pengambilan keputusan.
Berikut lima tanda leader di perusahaan Anda membutuhkan executive coaching.
1. Terlalu Lama Membiarkan Karyawan Berkinerja Rendah
Ketika leader terus mempertahankan anggota tim yang performanya buruk, padahal seluruh organisasi sudah menyadari masalah tersebut. Riset gabungan VitalSmarts/Bravely yang merupakan platform coaching karyawan menemukan sekitar 70 % profesional menghindari percakapan sulit dengan atasan, rekan, atau bawahan. Hanya sekitar 24 % yang menghadapinya secara langsung.
Berbagai alasan sering muncul, mulai dari rasa loyalitas hingga berharap performa akan membaik. Namun, keputusan tersebut berdampak pada anggota tim lain yang harus menanggung beban lebih besar. Dalam jangka panjang, akuntabilitas melemah dan kepercayaan terhadap pemimpin menurun.
2. Talenta Terbaik Mulai Burnout atau Memilih Keluar
High performers bersedia mengambil tanggung jawab besar. Namun ketika terus-menerus harus menutupi kekurangan anggota tim lain, motivasi dan produktivitas akan menurun.
Jika perusahaan mulai kehilangan talenta terbaik atau tingkat burnout meningkat pada divisi tertentu, penyebabnya bukan hanya beban kerja. Bisa jadi, pemimpin belum berani mengambil keputusan yang diperlukan untuk menjaga standar kinerja tim. Executive coaching membantu leader menghadapi percakapan sulit dan mengambil keputusan.
3. Tidak Ada Penerus yang Siap Dipromosikan
Leader yang hebat bukan hanya mencapai target bisnis, tetapi menciptakan pemimpin berikutnya. Jika selama bertahun-tahun tidak ada anggota tim yang berkembang menjadi kandidat promosi, ini bisa menjadi sinyal leader terlalu sering mengambil alih pekerjaan, kurang mendelegasikan tanggung jawab, atau memberi ruang tim untuk berkembang. Akibatnya, organisasi menjadi bergantung pada satu orang dan proses succession planning melemah.
4. Selalu Defensif saat Diberi Feedback
Studi Leadership IQ (2026) terhadap lebih dari 1.200 karyawan menunjukkan 84 % pemimpin tidak menunjukkan perubahan perilaku setelah diberi tahu blind spot mereka. Ini menandakan feedback saja sering belum cukup mendorong perubahan nyata jika tidak disertai pendampingan atau kerangka pengembangan.
Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin sedikit orang berani memberikan kritik secara terbuka. Padahal, kemampuan menerima feedback merupakan salah satu ciri utama pemimpin efektif. Jika leader cenderung membantah data, mencari pembenaran, atau menyalahkan pihak lain ketika menerima masukan, proses pembelajaran berhenti.
5. Tim Tidak Berani Menyampaikan Kebenaran
Salah satu lampu merah bagi business owner adalah mulai memilih diam. Rapat menjadi pasif, masalah baru diketahui ketika sudah terlambat, dan ide terbaik tidak pernah muncul karena karyawan merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat.
Kondisi ini sering kali bukan disebabkan kualitas SDM yang rendah, melainkan lingkungan kerja yang belum membangun psychological safety. Executive coaching membantu leader meningkatkan self-awareness, memperbaiki gaya komunikasi, dan menciptakan budaya kerja terbuka.
Dengan investasi pada pengembangan diri, para pemimpin dapat membangun organisasi yang lebih tangguh sekaligus mempersiapkan generasi pemimpin berikutnya.
Sebagai bagian dari layanan BCA Solitaire dan Prioritas, Anda dapat mengakses beragam artikel dan insight terkini seputar dunia bisnis, ekonomi, investasi, dan gaya hidup melalui website BCA Prioritas. Nikmati juga berbagai privilege eksklusif untuk mendukung kebutuhan profesional maupun personal untuk terus berkembang di setiap tahap perjalanan.