
Jakarta, 28 Juli 2026
Cara generasi boomers dan X yang membangun dan generasi milenial serta gen Z sebagai penerus dalam mengelola kekayaan menunjukkan perbedaan signifikan. Perbedaan ini semakin relevan di tengah berlangsungnya global wealth transfer, ketika ada USD83,5 triliun akan diwariskan dari generasi senior kepada generasi yang lebih muda dalam dua dekade mendatang.
Ketika kekayaan keluarga dalam jumlah besar berpindah kepada generasi berikutnya, bukan hanya nama pemilik aset, tetapi juga tujuan di balik pengelolaan akan berpindah dan bergeser. Kekayaan, kini tidak lagi hanya keberhasilan yang harus dikumpulkan, melainkan sumber daya menciptakan kebebasan, pengalaman, keamanan, dan dampak yang dianggap bermakna.
Perbedaan Pengelolaan Kekayaan Antargenerasi
Berikut perbedaan pengelolaan kekayaan antargenerasi yang disunting dari berbagai riset dan survei:
Cara Memperoleh Kekayaan
Generasi pendahulu, mengutip CNBC, membangun kekayaan pada bidang usaha yang dipahami dengan baik seperti bisnis keluarga, properti, atau saham unggulan di negaranya.

Di Asia khususnya, keluarga kaya cenderung investasi pada properti secara turun-temurun. Selain itu, mereka membangun kekayaan dengan mengembangkan satu bisnis. Modal, laba, waktu, jaringan, dan keahlian menjadi aset perusahaan. Bisnis bukan hanya sumber pendapatan, tetapi juga aset terbesar, identitas profesional, dan pusat kekayaan keluarga.
Hal ini berbeda dengan generasi penerus. Mereka tidak harus membangun seluruh aset dari awal sehingga fokus menjaga, mengembangkan, dan menyebarkan risiko kekayaan yang sudah ada. Dengan tingkat pendidikan serta mobilitas internasional, mereka juga lebih berpandangan global. Generasi muda penerus semakin berupaya melakukan diversifikasi ke aset dan wilayah geografis lain.
Generasi muda juga juga lebih terbuka pada berbagai jenis investasi. Mereka tidak ragu untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai kelas aset dan pasar. Survei Natixis Investment Managers menyebutkan bahwa generasi milenial jauh lebih mungkin untuk mencari eksposur terhadap aset privat. Mereka juga lebih mungkin membahas investasi baru termasuk kripto.

Uang sebagai Sarana Mencapai Tujuan
Generasi muda yang menerima transfer kekayaan memandang uang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana mencapai tujuan.
Hal ini berbeda pada generasi boomers yang menganggap uang sebagai sesuatu yang penting sehingga semakin banyak semakin baik. Laporan UBS Global Next Generation Report 2026 menyebutkan generasi penerus semakin memandang warisan sebagai pengalihan tanggung jawab, bukan sekadar keuntungan finansial yang diterima.
Alih-alih membangun koleksi simbol status tradisional, sebagian ahli waris muda lebih memprioritaskan pengalaman, mobilitas, dan gaya hidup internasional. Generasi muda kaya yang lebih muda cenderung tidak mengoleksi mobil dan lebih mungkin memiliki tempat tinggal di berbagai negara.
Keputusan Membangun Portofolio Investasi
Studi Bank of America Private Bank menyebut perbedaan cara pandang dan prinsip kekayaan mengubah keputusan investasi dan membangun portofolio. Studi pada individu dengan aset investasi minimal USD3 juta di AS menemukan investor berusia 21–43 tahun menempatkan 17% portofolionya pada investasi alternatif. Pada kelompok berusia di atas 44 tahun, porsinya hanya 5%.

Hampir 93% investor muda juga berencana meningkatkan alokasi investasi pada investasi alternatif dalam beberapa tahun mendatang. Real estat tetap menjadi salah satu pilihan utama, tetapi ditempatkan bersama private equity, aset digital, emas, investasi langsung.
Laporan Natixis Wealth Transfer Report 2026 menunjukkan pola serupa. Sebanyak 62% milenial bersedia mengambil risiko untuk memperoleh hasil yang lebih baik, dibandingkan dengan 42% baby boomers.
Ketertarikan Investasi GCG
Nilai dan dampak sosial juga semakin masuk ke dalam strategi investasi. Hampir separuh generasi penerus, dikutip survei UBS, telah memiliki eksposur atau ingin mempelajari lebih jauh investasi berkelanjutan dan investasi yang memiliki dampak sosial.
Survei Natixis juga menemukan 35% milenial telah berinvestasi pada instrumen berkelanjutan. Bagi generasi ini, kekayaan dipandang sebagai modal yang harus terus bertumbuh sekaligus dapat digunakan untuk mencerminkan nilai pribadi.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Apa saja yang Anda persiapkan untuk rencana transfer kekayaan ke generasi penerus? Hubungi Kantor Cabang BCA atau Relationship Manager Anda untuk membantu mempersiapkan Wealth Transfer.