5 Negara dengan Industri Otomotif Terbesar di Dunia

(29/07/2026), Industri otomotif terus berkembang dari segi produksi, kualitas, hingga inovasi. Di balik perkembangannya, ada lima negara dengan industri otomotif terbesar di dunia.
  • Nilai pasar manufaktur otomotif global diproyeksi mencapai USD2,43 triliun pada 2026.
  • Sejumlah negara dikenal sebagai pusat produksi, inovasi, dan rumah bagi berbagai merek kendaraan ternama.

Dunia otomotif terus berkembang seiring hadirnya teknologi baru, meningkatnya permintaan pasar, dan tren kendaraan listrik. Di balik perkembangannya, sejumlah negara menjadi pusat produksi sekaligus rumah bagi merek otomotif ternama.

Kekuatan industri tidak hanya terlihat dari jumlah kendaraan yang diproduksi, tetapi juga inovasi, kualitas, dan pengaruhnya terhadap pasar global. Negara-negara ini menjadi destinasi menarik bagi pencinta otomotif yang ingin melihat langsung sisi lain industri kendaraan dunia.

Nilai Pasar Otomotif Global Masih Bertumbuh

Laporan 360iResearch yang dipublikasikan Research and Markets memperkirakan nilai pasar manufaktur otomotif global mencapai USD2,43 triliun pada 2026. Nilainya diproyeksikan meningkat menjadi USD3,30 triliun pada 2032, dengan pertumbuhan rata-rata 5,15% per tahun.

Pertumbuhan industri otomotif global pada 2026 didorong peningkatan permintaan kendaraan listrik, ekspansi pasar berkembang, serta hadirnya lebih banyak model dengan harga kompetitif. Selain itu, produksi lokal, insentif pemerintah, dan perkembangan teknologi digital membuka peluang pertumbuhan baru industri.

Daftar Negara dengan Industri Otomotif Terbesar di Dunia

Dikenal sebagai pusat produksi, inovasi, dan rumah bagi berbagai merek kendaraan ternama, berikut lima negara dengan industri otomotif terbesar di dunia dirangkum dari berbagai sumber:

1. Tiongkok

Tiongkok memimpin industri otomotif dunia dengan produksi mencapai 34,53 juta kendaraan pada 2025, naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya menurut OICA (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles). Jumlah tersebut setara dengan lebih dari sepertiga total produksi kendaraan global.

Kekuatan Tiongkok semakin terlihat pada segmen kendaraan energi baru yang produksinya mencapai 16,63 juta unit, tumbuh 29%. Skala produksi besar dan perkembangan teknologi elektrifikasi membuatnya semakin berpengaruh dalam menentukan arah industri otomotif dunia.

2. Amerika Serikat

Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan produksi sekitar 10,24 juta kendaraan sepanjang 2025. Meski turun 3% secara tahunan, AS tetap menjadi salah satu basis manufaktur otomotif terbesar di dunia.

Besarnya industri otomotif Amerika Serikat didukung pasar domestik yang mencatat penjualan sekitar 16,7 juta kendaraan. Permintaan kuat membuat negara ini tetap strategis bagi produsen global maupun pengembangan fasilitas produksi lokal.

3. Jepang

Jepang berada di urutan ketiga dengan produksi mencapai 8,41 juta kendaraan pada 2025, meningkat sekitar 2% dari tahun sebelumnya. Negara ini tetap menjadi salah satu pilar utama manufaktur otomotif di kawasan Asia.

Posisi tersebut ditopang ekosistem produsen, pemasok komponen, serta budaya manufaktur yang telah berkembang selama puluhan tahun. Jepang terus mempertahankan pengaruhnya melalui inovasi kendaraan konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik.

4. India

India mencatat produksi sekitar 6,49 juta kendaraan pada 2025, naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu menempatkannya sebagai negara dengan industri otomotif terbesar keempat dunia.

Pasar domestiknya juga terus berkembang, dengan penjualan mobil penumpang melampaui 4,6 juta unit pada tahun fiskal 2025–2026. Kombinasi permintaan besar dan peningkatan kapasitas produksi menjadikan India salah satu pusat pertumbuhan otomotif paling menarik.

5. Jerman

Jerman melengkapi lima besar dengan produksi sekitar 4,15 juta mobil penumpang pada 2025, naik 2% secara tahunan. OICA mencatat angka Jerman hanya mencakup mobil penumpang karena sebagian data kendaraan komersial tidak tersedia.

Negara ini tetap menjadi basis produksi otomotif terbesar di Eropa, sekaligus identik dengan rekayasa presisi dan kendaraan premium. Di tengah transformasi menuju elektrifikasi, Jerman terus berupaya mempertahankan daya saing industri dan kekuatan teknologinya.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, tertarik menjadikan sektor otomotif sebagai bagian dari portofolio investasi? Atau berencana menambah daftar koleksi kendaraan impian? Manfaatkan Privilege BCA: Kredit Kendaraan Bermotor BCA untuk mewujudkannya.

Cek lengkapnya di sini

Rekomendasi Berita