
Di tengah persaingan digital, bisnis perlu mencari cara baru menarik perhatian sekaligus membangun kedekatan dengan konsumen. Kehadiran karakter virtual berbasis AI mulai dilirik sebagai solusi pemasaran yang lebih interaktif.
Bukan sekadar tampil menarik, karakter AI membawa identitas dan pesan brand secara konsisten. Dengan dukungan data dan teknologi, inovasi ini berpotensi membantu bisnis menjangkau audiens dan tumbuh sekaligus.
Tantangan untuk Mendorong Brand Awareness
Brand menghadapi tantangan membangun awareness dan menjangkau target audiens. Di saat sama, strategi pemasaran dituntut lebih hemat biaya dan mudah diukur.
Di sisi lain, kolaborasi influencer sering membutuhkan biaya tinggi dan kontrol kreatif yang terbatas. Pesan yang disampaikan juga berisiko tidak konsisten atau kurang sesuai identitas. Brand juga kerap kesulitan mengukur engagement, konversi, dan ROI (return of investment).
Karena itu, avatar AI mulai dipertimbangkan sebagai solusi pemasaran yang lebih terukur dan mudah dikembangkan. Teknologi ini membantu brand menjaga konsistensi pesan sekaligus menjangkau audiens.
Sejumlah riset menunjukkan karakter AI berpotensi meningkatkan engagement dan membuat konten promosi. Meski demikian, influencer manusia masih lebih kuat dalam membangun kepercayaan dan mendorong niat beli. Karena itu, karakter AI sebaiknya digunakan untuk mendukung awareness, konsistensi pesan, dan interaksi konsumen.
Implementasi Karakter AI pada Sejumlah Brand Global
Karakter virtual berbasis AI mulai dimanfaatkan sejumlah brand global untuk memperluas cara berinteraksi. Harvard Business Review mencatat, influencer virtual menawarkan biaya lebih rendah dan respons audiens yang positif terhadap konten bersponsor.
Prada menjadi salah satu brand yang lebih awal bereksperimen dengan pendekatan ini melalui Lil Miquela. Pada Milan Fashion Week 2018, karakter virtualnya tampil di Instagram Prada untuk membagikan konten koleksi dan suasana di balik peragaan busana.
IKEA Japan juga menggandeng karakter virtual Imma untuk memperkenalkan gerai Harajuku kepada konsumen muda. Imma ditampilkan seolah tinggal di apartemen fisik di dalam gerai, sehingga pengalaman digital dan ruang nyata menyatu.
Calvin Klein pernah menghadirkan Lil Miquela bersama Bella Hadid dalam kampanye global #MYTRUTH. Sementara itu, cFire mengembangkan Amora sebagai avatar AI yang membangun interaksi personal dan memperluas kehadiran brand di ruang mixed reality.
Bagaimana Menerapkan Karakter AI untuk Brand?
1. Selaraskan dengan Identitas Brand
Mulailah dengan menentukan peran, kepribadian, dan tujuan karakter AI. Desain visual, gaya bahasa, serta respons karakter harus mencerminkan nilai dan identitas brand.
Karakter AI perlu dibekali basis pengetahuan yang berisi informasi resmi mengenai produk dan layanan. Pendekatan ini sejalan dengan panduan NIST (National Institute of Standards and Technology) yang menempatkan aspek keandalan sejak tahap perancangan hingga evaluasi sistem.
2. Padukan dengan Interaksi Manusia
Gunakan karakter AI untuk menangani pertanyaan rutin, memberikan rekomendasi, atau melayani pelanggan selama 24 jam. Bagi kebutuhan yang lebih kompleks, percakapan diteruskan ke staf manusia.
Penting menghadirkan human oversight agar manusia tetap dapat mengawasi, mengintervensi, atau menghentikan sistem. Brand juga perlu menjelaskan bahwa pelanggan sedang berinteraksi dengan AI, termasuk kemampuan dan keterbatasannya.
3. Bangun Sistem Pengamanan yang Kuat
Tetapkan batasan mengenai topik, data, serta jenis respon yang boleh diberikan. Filter keamanan diperlukan untuk mencegah jawaban yang menyesatkan, tidak pantas, atau bertentangan dengan nilai brand.
Diperlukan AI governance (tata kelola) yang mencakup proses, standar, dan guardrails (batasan penggunaan AI) untuk menjaga sistem aman dan bertanggung jawab. Karena performa AI dapat berubah, brand perlu memantau percakapan, mencatat kesalahan, dan memperbarui sistem.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik menggunakan teknologi karakter virtual AI untuk membantu bisnis?
Update informasi seputar ekonomi dan bisnis, manajemen, investasi serta gaya hidup di Website Prioritas. Cek selengkapnya di sini.