
Di tengah ketidakpastian ekonomi, konsumen tidak hanya mencari produk berkualitas, tetapi pengalaman yang mampu menghadirkan rasa nyaman dan menyenangkan. Pergeseran ini melahirkan tren Joyconomy, ketika rasa bahagia ikut memengaruhi cara orang memilih brand hingga membelanjakan uangnya.
Bagi dunia bisnis, tren ini membuka perspektif baru dalam membangun hubungan dengan konsumen. Brand yang mampu menghadirkan pengalaman positif, relevan, dan bermakna berpeluang memiliki tempat lebih kuat di tengah perubahan perilaku pasar.
Awal Kemunculan Fenomena Joyconomy
Istilah Joyconomy ada sejak 2023 setelah perusahaan kreatif dan konsultan pemasaran global VML mengidentifikasinya sebagai salah satu tren konsumen utama. Tren ini ditandai brand yang menghadirkan warna berani, koneksi positif, dan pengalaman menyenangkan membangun kedekatan emosional konsumen.
Joyconomy mencerminkan pergeseran konsumen yang mencari kebahagiaan, makna, dan pengalaman positif dalam hidup. VML mencatat 85% konsumen menilai joy dan purpose sebagai ukuran kehidupan yang baik, sementara 88% menginginkan pengalaman lebih bermakna.
Tren ini memengaruhi cara konsumen membelanjakan uang dan berinteraksi dengan brand. Survei Mastercard menemukan 70% konsumen memprioritaskan pengalaman dalam bucket list, sementara studi Mattel menunjukkan 85% responden menganggap bermain sebagai bagian penting kehidupan.
5 Strategi Bisnis Menangkap Peluang di Era Joyconomy
Di tengah tren konsumen yang mencari kebahagiaan dan pengalaman bermakna, bisnis menangkap peluang Joyconomy melalui lima strategi berikut:
1. Hadirkan Pengalaman, Bukan Sekadar Produk
Dalam Joyconomy, nilai sebuah produk tidak berhenti pada fungsi, tetapi juga pengalaman yang menyertainya. VML mencatat 88% konsumen global menginginkan pengalaman bermakna, bukan sekadar menghibur.
Bisnis dapat menciptakannya melalui layanan yang lebih personal, acara eksklusif, hingga pengalaman setelah pembelian. Relevansinya terlihat dari riset Mastercard, 70% konsumen yang disurvei menjadikan pengalaman dalam bucket list sebagai prioritas.
2. Buatkan Customer Journey yang Menyenangkan
Pengalaman menyenangkan tidak selalu diwujudkan melalui kampanye besar atau aktivitas penuh gimmick. Sentuhan kecil seperti kemasan kreatif, kejutan pelanggan loyal, atau komunikasi yang lebih engaging.
Hal ini relevan ketika konsumen menginginkan interaksi dengan brand yang lebih menghibur. Laporan VML menunjukkan 73% konsumen ingin brand menjadi lebih entertaining, sehingga unsur fun menjadi salah satu cara membangun kedekatan tanpa kehilangan karakter premium.
3. Bangun Komunitas, Bukan Hanya Basis Pelanggan
Kebahagiaan konsumen tumbuh ketika mereka merasa terhubung dengan orang lain yang memiliki minat atau nilai serupa. Komunitas menjadi ruang bagi brand untuk membangun hubungan yang melampaui transaksi.
VML menemukan 70% responden global melihat kesepian sebagai sebuah epidemi, menunjukkan besarnya kebutuhan koneksi sosial. Karena itu, bisnis dapat meresponsnya melalui komunitas pelanggan, intimate events, atau program loyalitas yang membuka kesempatan interaksi dan berbagi pengalaman.
4. Jadikan Nilai & Purpose Brand Lebih Terasa
Di tengah banyaknya pilihan, konsumen semakin memperhatikan nilai brand. Purpose yang jelas dapat menjadi dasar menentukan produk, pelayanan, komunikasi, hingga kontribusi bisnis kepada masyarakat.
Riset Kantar BrandZ menunjukkan brand dengan strong brand purpose mencatat pertumbuhan nilai brand sebesar 175% selama periode 2006–2018, lebih dari dua kali lipat dibanding brand dengan positioning purpose lemah. Karena itu, purpose sebaiknya tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi pengalaman yang dirasakan pelanggan.
5. Mulai Joy dari Dalam Perusahaan
Sulit menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi pelanggan jika orang di balik bisnis justru tidak menikmati pekerjaannya. Karena itu, membangun Joyconomy dimulai dari lingkungan kerja yang memberi ruang kreativitas, apresiasi, kolaborasi, dan makna.
Riset BCG terhadap 1.000 pekerja kantoran di berbagai negara menemukan karyawan yang menikmati pekerjaannya 49% lebih kecil mempertimbangkan pekerjaan baru. Unsur joy menjadi bagian strategi mempertahankan talenta sekaligus menjaga kualitas bisnis.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik menangkap peluang bisnis di tengah fenomena joyconomy? Update informasi seputar ekonomi dan bisnis, manajemen, investasi serta gaya hidup di Website Prioritas. Cek selengkapnya di sini.