6 Strategi yang Bisa Diterapkan Pemimpin Bisnis Tahun Ini

(21/08/2026), Dinamika bisnis bergerak di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar, dan tantangan. Diperlukan strategi yang bisa diterapkan pemimpin bisnis tahun ini.
  • Survei menyebut 30% CEO masih yakin terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaannya dalam 12 bulan ke depan.
  • Di tengah perubahan teknologi, dinamika, dan tantangan bisnis, leaders perlu semakin cermat dalam menentukan arah pertumbuhan.

Dinamika bisnis tahun ini bergerak cepat dari ketidakpastian ekonomi hingga perkembangan teknologi yang mengubah cara perusahaan beroperasi. Bagi leaders, kondisi ini menuntut pengambilan keputusan yang tidak hanya hati-hati, tetapi juga adaptif dan berani melihat peluang.

Di tengah berbagai perubahan, sejumlah langkah strategis layak dipertimbangkan untuk menjaga bisnis tetap relevan dan kompetitif. Mulai dari pemanfaatan teknologi hingga penguatan organisasi serta keputusan yang menentukan perusahaan. 

Optimisme hingga Perkuat Daya Saing Bisnis

Studi global menunjukkan di tengah dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi, leaders tetap optimis. Survei PwC2026 mencatat 30% CEO yakin terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaannya dalam 12 bulan ke depan. 

Senada, laporan McKinsey Global Survey pada Maret 2026 menunjukkan 60% responden memperkirakan profit perusahaan akan tumbuh dalam enam bulan ke depan. EYdan Deloittemenunjukkan mereka meningkatkan investasi pada AI serta mendorong organisasi tetap adaptif. 

6 Strategi yang Bisa Diterapkan Pemimpin Bisnis Tahun Ini 

Di tengah perubahan teknologi, dinamika, dan tantangan bisnis, leaders perlu semakin cermat menentukan arah pertumbuhan. Cek enam langkah strategis yang dapat dipertimbangkan dikutip Forbes: 

1. Rancang Strategi dengan Tujuan yang Sama

Transformasi bisnis lebih efektif ketika teknologi, operasional, sumber daya manusia, dan strategi menuju tujuan yang sama. Pembaruan sistem atau penerapan teknologi baru sebaiknya tidak berhenti sebagai proyek terpisah tanpa arah jangka panjang. Laporan PwC Indonesia menemukan kebutuhan untuk menyelaraskan model operasional, kapabilitas tenaga kerja, dan pemanfaatan AImenjadi bagian reinvention perusahaan.

2. Fokus pada Peluang yang Paling Potensial

Tidak semua peluang harus diambil. Pemimpin dapat memilih pasar, produk, atau kapabilitas yang paling sesuai dengan kekuatan perusahaan dan menawarkan potensi nilai jangka panjang.

Menariknya, PwCmencatat 75% CEO Indonesia berencana ekspansi melampaui industri inti mereka dalam tiga tahun ke depan. Ambisi tersebut menjadi peluang besar, tetapi tetap perlu dibarengi pemilihan sektor dan investasi yang terukur agar ekspansi memberikan nilai optimal.

3. Susun Roadmap Fleksibel

Strategi jangka panjang penting dengan fleksibilitas. Roadmap membantu pemimpin menentukan prioritas sekaligus memastikan perusahaan tetap dapat berjalan sesuai tujuan utamanya.

Survei Deloitte menyebutkan 7 dari 10 pemimpin bisnis menganggap kecepatan dan kelincahan sebagai strategi kompetitifnya dalam tiga tahun mendatang. Artinya, kemampuan membaca perubahan dan menyesuaikan eksekusi menjadi keunggulan.

4. Budaya Perusahaan sebagai Investasi Bisnis

Budaya kerja, birokrasi, dan kualitas sumber daya manusia dianggap sebagai persoalan internal yang sulit diukur secara finansial. Padahal, proses yang terlalu panjang hingga rendahnya keterlibatan karyawan memengaruhi produktivitas, kecepatan mengambil keputusan, bahkan kualitas layanan.

Studi Gallup dalam State of the Global Workplace 2026 mencatat tingkat keterlibatan karyawan global hanya mencapai 20% pada 2025. Rendahnya engagement menimbulkan kehilangan produktivitas hingga USD10 triliun. Bagi leaders, membangun budaya yang mempertahankan talenta dan mendorong produktivitas layak dilihat sebagai investasi.

5. Terapkan AI pada Operasional Bisnis

Teknologi kecerdasan buatan (AI) sulit diposisikan hanya sebagai proyek eksperimen atau teknologi tambahan. Penerapan AIharus terlihat dalamintegrasi proses kerja untuk meningkatkan kapasitas tim, pengalaman pelanggan, dan kualitas pengambilan keputusan.

Survei EY2026 menunjukkan 80% CEO meningkatkan investasi pada AI yang berdampak pada layanan pelanggan, operasional, hingga strategi perusahaan. Fokus berikutnya bukan lagi seberapa cepat AIdiadopsi, melainkan seberapa besar dampaknya bagi bisnis. 

6. M&A sebagai Momentum Menciptakan Nilai Baru

Merger dan akuisisi tidak hanya dapat digunakan untuk memperluas skala atau memasuki pasar baru. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi teknologi, proses operasional, struktur biaya, hingga kapabilitas yang dibutuhkan perusahaan.

Di sektor jasa keuangan, survei EY mencatat 49% CEO mempertimbangkan M&A pada 2026, sementara 84% merencanakan joint venture. Angka tersebut menunjukkan kolaborasi dan transaksi strategis menjadi cara untuk mempercepat transformasi. 

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana strategi Anda dalam menjaga pertumbuhan bisnis tahun ini? Mendukung operasional dan pengembangan bisnis, Anda dapat memanfaatkan Privilege BCA yang aman dan efisien. 

Cek lengkapnya di sini.

Rekomendasi Berita