
El Niño membawa perubahan pada cuaca yang dampaknya terasa hingga ke harga pangan dan aktivitas perdagangan global. Perubahan ini membuat investor harus mencermati sektor yang relevan dengan kebutuhan dunia. Mulai dari ketahanan pangan dan air hingga energi, sejumlah sektor menawarkan sudut pandang baru dalam menyusun portofolio dengan tetap memahami peluang dan risikonya.
Nilai Peluang Investasi di Tengah Dampak El Niño
Peluang investasi di tengah dampak El Niño terlihat dari meningkatnya kebutuhan solusi untuk menghadapi perubahan cuaca. Menurut riset MSCI yang terbit pada 2026, bisnis yang menyediakan solusi tersebut menghasilkan pendapatan lebih dari USD1 triliun per tahun secara global.
Sektor pangan juga menawarkan peluang seiring kebutuhan untuk menjaga hasil panen saat cuaca sulit diprediksi. Hasil riset Ceres pada 2026 memperkirakan bahwa investasi pada cara bertani yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca berpotensi membantu perusahaan pangan menjaga laba hingga USD500 juta per tahun.
5 Peluang Investasi di Tengah Dampak El Niño terhadap Ekonomi Global
Dari ketahanan pangan hingga energi, berikut lima pilihan investasi yang relevan di tengah dampak El Niño terhadap ekonomi global:
1. Sektor Teknologi Pertanian
Petani membutuhkan benih dan produk perlindungan tanaman yang membantu menjaga hasil panen. Kebutuhan ini membuka peluang bagi perusahaan teknologi pertanian, terutama yang menawarkan solusi untuk menghadapi panas, kekeringan, dan perubahan kondisi tanah.
Salah satu contoh yang bisa dicermati adalah Croda International, yang mengembangkan produk peningkatan kualitas benih untuk menghadapi tekanan cuaca. Peluang bisnisnya tetap perlu dinilai bersama kinerja perusahaan karena kegiatan Croda tidak hanya berasal dari sektor pertanian.
2. Sektor Pengelolaan Air
El Niño meningkatkan tekanan pada pasokan air di sejumlah wilayah, sehingga layanan pengolahan, penggunaan kembali, dan distribusi air menjadi semakin relevan. Bagi investor, perusahaan yang menyediakan layanan tersebut menawarkan peluang berkaitan dengan kebutuhan jangka panjang.
Veolia melaporkan pendapatan bisnis airnya tumbuh 2% pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini memberi alasan untuk mencermati sektor air, sambil tetap memperhatikan cost dan kemampuan perusahaan menjaga laba.
3. Saham Sektor Energi dan Material
Perubahan harga pangan dan gangguan perdagangan dapat menambah tekanan inflasi, meski dampaknya berbeda untuk tiap komoditas. Dalam kondisi inflasi tinggi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi, riset Schroders 2026 menunjukkan saham sektor energi dan material secara historis cenderung berkinerja relatif baik.
Investor dapat mencermati perusahaan energi atau penghasil bahan baku dengan keuangan yang sehat sebagai bagian diversifikasi. Meski demikian, laporan Allianz mengingatkan bahwa El Niño menaikkan harga sebagian komoditas sekaligus menekan harga komoditas lain, sehingga pemilihan sektor perlu dilakukan dengan cermat.
4. Obligasi Bencana
Ada pula pilihan investasi yang bergerak dengan pola berbeda dari saham dan obligasi konvensional, yaitu obligasi bencana atau catastrophe bonds. Melalui instrumen ini, investor menerima imbal hasil sebagai kompensasi karena menanggung risiko kerugian jika terjadi bencana.
El Niño umumnya menekan aktivitas badai di Atlantik, tetapi peluang terjadinya badai tetap ada, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Salah satu contoh akses ke instrumen ini adalah KRC Cat Bond UCITS ETF, yang memegang obligasi terkait berbagai risiko bencana. Namun, investor perlu memahami bahwa modal dapat berkurang jika peristiwa yang ditanggung benar-benar terjadi.
5. Reksa Dana Indeks Saham dengan Sektor Defensif
Investor yang ingin menyebar investasi ke banyak perusahaan dapat mencermati reksa dana indeks saham dengan porsi pada sektor barang kebutuhan pokok dan energi. Riset Schroders menunjukkan barang kebutuhan pokok relatif tangguh saat pertumbuhan ekonomi melemah, karena permintaannya tidak terlalu bergantung pada siklus ekonomi.
Contohnya, iShares Core FTSE 100 UCITS ETF memberi akses ke saham dalam indeks FTSE 100, termasuk perusahaan di kedua sektor tersebut. Meski investasi tersebar ke banyak saham, nilainya dapat turun mengikuti pasar dan akan dipengaruhi perubahan nilai tukar bagi investor yang menggunakan rupiah.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, menurut Anda, apakah peluang investasi tersebut menarik? Membantu memutuskan strategi investasi, Anda dapat mengakses Market Insights dari Tim Wealth Management BCA di House View Report dan Weekly Market Overview.
Cek laporan lengkapnya di sini.