Backlog Senior Living, Pondok Kebahagiaan Bagi Lansia

(21/03/2024), Menempatkan orang tua tercinta di senior living sering mendapatkan cap negatif beberapa orang. Padahal memberikan perawatan dengan fasilitas penunjang kehidupan di masa tua dapat memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat hingga mencapai 20% dari jumlah penduduk pada 2045.
  • Peningkatan jumlah lansia di Indonesia tidak diimbangi dengan jumlah Senior Housing yang tumbuh setiap tahunnya, sehingga membutuhkan perhatian investor.

Masa tua adalah tahapan kehidupan yang sering kali diwarnai oleh sejumlah tantangan dan perubahan yang signifikan. Bagi sebagian orang, masa tua seharusnya diisi dengan kedamaian, kebahagiaan, dan kebebasan untuk menikmati apa yang telah dicapai sepanjang hidup.

Namun, ada pula di masa tua keputusan untuk tinggal di fasilitas perawatan lanjut usia (lansia) atau senior living dapat menjadi langkah besar, meskipun hal itu kerap dianggap sebagai tindakan durhaka yang dilakukan anak terhadap orang tuanya.

Stigma negatif tentang penempatan orang tua di senior living sering menjadi pertimbangan dan hal itu perlu dihilangkan, sebab merawat orang tua tercinta di fasilitas perawatan kini justru memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan. Terlebih banyak fasilitas pendukung kualitas hidup yang lebih baik dan dapat dihargai dalam masa tuanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lansia di Indonesia mencapai 11,75% pada 2023. Angka tersebut tercatat naik 1,27% dibandingkan dengan data penduduk lansia tahun sebelumnya yang sebesar 10,48%.

Dari data tersebut, rasio ketergantungan lansia bertambah menjadi 17,08 poin pada 2023. Yang artinya 100 penduduk usia produktif di Indonesia menanggung 17 penduduk lansia, di mana 63,59% lansia berada di rentang usia 60-69 tahun, 26,76% lansia di usia 70-79 tahun, dan 8,65% lansia di usia 80 tahun ke atas.

Sedangkan, laporan Knight Frank Global berjudul Senior Housing Annual Review memperkirakan bahwa jumlah penduduk lansia di Indonesia hingga akhir 2025 akan mencapai 36 juta jiwa dan hingga tahun 2045 jumlah penduduk lansia akan mencapai 20% dari total populasi.

Terus meningkatnya penduduk lansia, lanjut laporan tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan senior housing di Indonesia sehingga akan menjadi perhatian pasar maupun investor. Bahkan, pada tahun 2014-2020 lalu telah terjadi pertumbuhan okupasi sekitar 10% setiap tahunnya.

Sementara itu, untuk mengetahui orang tua tercinta telah sesuai atau tidak berada di senior living, ada beberapa tanda yang perlu Sahabat perhatikan. Tanda ini bisa memberikan sebuah petunjuk berharga untuk menempatkan orang tua tercinta ke tempat yang lebih aman.

Berikut tanda-tanda yang harus diperhatikan, menurut Spesialis Demensia di Assisted Living Locators of Naples Florida, Chrissy Moser seperti dikutip dari Forbes:

  1. Perubahan mobilitas
    Apakah orang tua tercinta Sahabat telah duduk di tempat yang sama sepanjang hari? Apakah telah mengalami kesulitan untuk bangun dari kursi? Jika itu terjadi maka itu menjadi tantangan yang bakal memengaruhi kualitas hidup dan disarankan untuk memberikan lingkungan yang baru.
  2. Perubahan kondisi rumah tangga
    Perubahan kondisi rumah tangga ini bisa dilihat dari cara orang tua tercinta di rumah melakukan rutinitas sehari-hari. Di mana, orang tua sudah tidak bisa merapikan rumah, obat-obatan tidak teratur, terlalu banyak utang menumpuk, dan sulitnya menyediakan makanan.
  3. Perubahan kepribadian
    Apakah Sahabat mulai memperhatikan perubahan yang kurang positif pada suasana hati dan kepribadian orang tua tercinta? Jika ya, pertimbangkan bagaimana lingkungan hidup yang berbeda dapat memberikan manfaat bagi mereka.
  4. Perubahan fisik
    Tanda lain yang menunjukkan bahwa sudah waktunya untuk mulai memikirkan tempat tinggal baru adalah jumlah penurunan berat badan yang nyata dan berpotensi mengkhawatirkan dalam jangka waktu tertentu.
  5. Perubahan kesehatan mental
    Apakah orang tua tersayang sering bingung atau mengalami tanda-tanda kehilangan ingatan yang jelas? Jika demikian, mungkin saatnya untuk mendiskusikan nilai dari perawatan memori dan bagaimana tingkat bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Sahabat, setelah melihat sejumlah tanda-tanda di atas, keputusan memberikan tempat orang tua tercinta di senior living dapat menjadi langkah yang bijaksana. Adapun tempat terbaik yang menjadi salah satu pilihan adalah Hana Senior Living.

Hana Senior Living adalah tempat singgah bagi lansia di bawah naungan sinode GKI. Hana Senior Living memiliki berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas penghuninya, seperti mini bioskop, salon, gym, mini mart, taman yang luas, chapel gereja, hingga klinik dan taman perawatan.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas akan mendapatkan penawaran khusus untuk paket Staycation, di mana sudah termasuk sarapan, makan siang dan malam, serta snack pagi dan sore. Untuk syarat dan ketentuan yang berlaku dapat Anda lihat pada tautan di bawah ini:

https://prioritas.bca.co.id/en/Privilege/Partner-Privilege/Health-Privilege/Domestik/Hana-Senior-Living

Rekomendasi Berita