Dampak Negatif Penggunaan Gadget Berlebihan bagi Kesehatan dan Ekonomi

(03/06/2024), Penggunaan gadget berlebihan dapat menyebabkan kelelahan pada mata, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas dan biaya ekonomi yang dapat mencapai USD 2 juta per tahun
  • Keluhan pada kelelahan mata dan penglihatan seseorang, 60%-70% disebabkan karena menatap monitor atau layar ponsel pintar dalam durasi lama.
  • Penggunaan gadget berlebih juga telah berdampak pada kesehatan mata anak muda yang merupakan modal untuk mendorong produktivitas ekonomi bangsa.

Saat ini penggunaan gadget berlebihan telah membawa dampak negatif tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada ekonomi secara luas. Bahkan, dampak negatif penggunaan gadget meluas pada kesehatan mata anak-anak dan generasi muda yang merupakan masa depan produktivitas ekonomi sebuah bangsa.

Di era digital ini, penggunaan gadget atau gawai seperti ponsel pintar, tablet, dan komputer memang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Teknologi sudah memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan komunikasi hingga akses informasi tanpa batas.

Untuk itu, guna melindungi produktivitas ekonomi sebuah bangsa maka penggunaan gawai berlebihan harus segera dibatasi, agar tidak meningkatkan risiko kerusakan mata dan pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan mata dalam jangka panjang yang merupakan penyebab dari kebutaan.

Dikutip dari BBC, Ahli Kacamata Andy Hepworth telah melakukan survei terhadap 2.000 orang yang berumur di bawah 25 tahun. Mereka telah mengalami kecanduan ponsel pintar sehingga berisiko pada kerusakan mata, di mana orang-orang yang disurvei ini menggunakan ponsel mereka 32 kali sehari.

Sedangkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa dampak gangguan penglihatan mata atau kebutaan global sebenarnya bisa diatasi. Sebab, bila diabaikan maka akan ciptakan kerugian ekonomi hingga mencapai USD 14,3 miliar.

WHO juga memperkirakan untuk mengejar target kesehatan mata global yang ditetapkan pada tahun 2030. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah perlu berinvestasi tambahan pada 23 juta pekerja kesehatan dan membangun 415.000 fasilitas kesehatan baru.

Cara Atasi Kelelahan Mata Akibat Penggunaan Gadget Berlebihan

Sementara itu, dokter Spesialis Mata dari Bandung Eye Center, dr. Rahmat Fitra SpM. mengatakan dari hasil penelitian ditemukan bahwa keluhan pada kelelahan mata dan penglihatan seseorang, 60%-70% disebabkan oleh menatap monitor atau layar ponsel pintar dalam durasi lama.

Menurut dr. Rahmat, penggunaan komputer secara terus menerus lebih dari dua jam dianggap sebagai penyebab timbulnya kelelahan mata. Sehingga, ada dua hal yang menyebabkan kelelahan mata terjadi, yaitu:

  • Penurunan kekuatan kontraksi otot siliaris.
  • Keringnya permukaan mata.

Dr. Rahmat mengungkapkan, meski mata lelah tidak menyebabkan penyakit serius atau kebutaan, tapi kondisi tersebut dapat menurunkan produktivitas dalam bekerja, akibat rasa tidak nyaman yang diderita saat bekerja.

“Angka cuti akibat sakit kepala serta mual akan menimbulkan dampak ekonomi. Biaya ekonomi yang ditimbulkan karena mata lelah dapat mencapai USD 2 juta per tahun, akibat biaya untuk pengobatan dan turunnya produktivitas,” tegas dr. Rahmat.

Untuk itu, lanjut dr. Rahmat cara mengatasi kelelahan mata akibat penggunaan gawai berlebihan adalah dengan:

  • Mengistirahatkan mata secara berkala saat menggunakan gawai.
  • Menggunakan kacamata yang sesuai.
  • Menggunakan obat tetes pelembab mata.

Kemudian, mengistirahatkan mata secara berkala dapat dilakukan dengan cara, berhenti menatap monitor sejenak selama 20 detik apabila sudah menggunakan gawai selama 20 menit dan alihkan pandangan ke obyek yang jaraknya jauh 6 meter atau lebih.

“Lakukan  langkah-langkah tersebut secara berulang-ulang selama menggunakan gawai agar otot siliaris mendapat kesempatan untuk relaksasi,” jelasnya.

Dan yang terakhir, untuk mengatasi gangguan kelelahan mata, periksalah mata secara berkala. Misalnya 1 tahun sekali, penting dilakukan karena kelainan kacamata yang terkoreksi dengan baik akan mengurangi beban kerja otot-otot mata.

“Dengan mencegah dan mengobati kelelahan mata, kita akan terbebas dari mata perih dan buram sehingga aktivitas menjadi lancar dan produktivitas pun meningkat,” ujar dr. Rahmat.

Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, bila ingin melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mengatasi kelelahan mata, dapat memanfaatkan privilege yang diberikan Bandung Eye Center, seperti diskon 10% untuk konsultasi dokter mata dan pemeriksaan dasar.

Untuk mengetahui promo-promo lainnya yang bisa diraih, serta syarat dan ketentuan yang berlaku dapat dilihat pada tautan di bawah ini:

bca.id/bandungeyecenter

Rekomendasi Berita