Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, masih ingat dengan viralnya ‘Citayam Fashion Week’ di kawasan Dukuh Atas, Jakarta? Ramainya anak muda berpakaian jalanan dan berkerumun telah membuat heboh dunia fesyen dan menjadi ladang usaha baru para desainer yang ingin menampilkan pakaian buatannya.
Pakaian jalanan itu viral lagi setelah gaya pakaian kasual tersebut pernah populer di seluruh dunia pada tahun 1990-an. Gaya ini tumbuh dari mode hip hop di New York dan budaya bermain skateboard di AS, yang menggabungkan unsur pakaian olahraga, punk, serta mode jalanan Jepang.
Pakaian Jalanan Tumbuh Cepat
Mengutip Business Research Insights, nilai pasar pakaian jalanan global mencapai USD 187,58 miliar pada 2022 dan diperkirakan mencapai USD 265,14 miliar pada 2032. Selama periode tersebut pertumbuhannya diperkirakan mencapai 3,52% per tahun.
Berdasarkan Worldmetrics, pakaian jalanan menyumbang 12,5% dari pakaian global pada 2020 dan 90% dari pertumbuhan pasar pakaian mewah global. Pakaian jalanan pada 2026 diperkirakan menyumbang 8,8% dari total pakaian global.
Merek Pakaian Jalanan Indonesia yang Mendunia
Meski telah menjadi gaya pakaian yang diminati orang-orang di seluruh dunia, tahukah Anda bahwa beberapa merek pakaian jalanan yang menembus pasar internasional dan diakui dunia adalah produk-produk yang berasal dari Indonesia?
Dunia streetwear di Indonesia khususnya di Jakarta dan Bandung, telah berkembang pesat satu dekade terakhir. Merek-merek ini dikenal sampai ke mancanegara berkat kekuatan media sosial. Dikutip dari a-play, berikut beberapa merek tersebut :
1. Public Culture
Public Culture dikenal dengan penggunaan warna yang berani serta desain yang mudah dan menyenangkan. Merek asal Indonesia ini terinspirasi dari budaya anak muda, yang didesain dalam berbagai warna pastel dan neon di atas pakaian dasar biasa.
Produk Public Culture tersedia di beberapa lokasi di seluruh Indonesia, serta di Malaysia dan Singapura. Merek ini juga mengirimkannya ke seluruh dunia melalui toko daring.
2. Damn! I Love Indonesia
Merek ini diperkenalkan oleh mantan VJ MTV Daniel Mananta pada tahun 2008 dengan satu tujuan utama yaitu mendorong orang Indonesia menghargai Tanah Air. Desain brand-nya sering menggabungkan ikonografi dari budaya Indonesia seperti wayang kulit, barong, dan bahkan minuman teh botol yang terkenal.
3. Monstore
Tak hanya menjual kemeja, jaket, dan kaos bergambar, Monstore menawarkan gaun, alas kaki, cetakan seni, hadiah, dan barang baru. Merek ini berkolaborasi dengan Marvel pada desain yang terinspirasi oleh Captain Marvel dan Avengers: Endgame, serta festival musik WE THE FEST dan Djakarta Warehouse Project.
4. Bluesville
Koleksi Bluesville sebagian besar hadir dalam berbagai corak biru. Merek ini menggunakan bahan-bahan yang diwarnai secara alami, dengan kain tenun tangan dan batik lukis tangan yang sebagian besar diwarnai dengan nila, manggis, kulit bawang, jengkol, dan masih banyak lagi.
5. Pop Meets Pop (PMP Denim)
Berdiri sejak tahun 2009, awalnya Pot Meets Pop asal Bandung menjual celana jeans yang terbuat dari denim premium yang dibuat sendiri. Merek ini menawarkan kemeja, kaos oblong, jaket, rompi, dan aksesori untuk pria, yang sering kali memadukan gaya pakaian kerja yang tangguh dengan estetika kontemporer.
Anda tertarik juga masuk ke bisnis pakaian jadi? Anda dapat memanfaatkan solusi bisnis yaitu API BCA dengan kemudahan dalam menjalankan instruksi keuangan, seperti cek rekening, cek mutasi rekening, transfer, dan lain-lain langsung dari platform/aplikasi/website.
Informasi lengkap lihat tautan di bawah ini: