Alasan Barang Seni Jadi Pilihan Investasi Crazy Rich

(26/01/2026), Barang seni masih menjadi pilihan investasi orang-orang super kaya atau crazy rich. Keuntungan finansial hingga status sosial menjadi alasan dan motivasi investasi mereka.
  • Kolektor seni rata-rata mengalokasikan 20% dari kekayaan mereka untuk investasi barang seni.
  • Investasi pada barang seni menawarkan potensi return tinggi sehingga dapat digunakan untuk diversifikasi portofolio.

Minat individu super kaya (High Net-Worth Individual atau HNWI) pada investasi seni terus meningkat. Karya seni kini dipandang bukan sekadar koleksi personal, tetapi juga bagian dari strategi diversifikasi portofolio yang menawarkan potensi return tinggi sekaligus juga berkelas.

Keunggulan investasi seni terletak pada kelangkaan, potensi apresiasi nilai, serta daya tahan terhadap fluktuasi pasar konvensional. Di sisi lain, seni juga memberi kepuasan emosional dan identitas gaya hidup, kombinasi return finansial dan nilai personal yang kian relevan.

Tren & Minat Investasi Seni

Hasil survei The Art Basel & UBS menemukan kolektor kalangan HNWI mengalokasikan rata-rata 20% dari kekayaan mereka untuk seni pada 2025. Angka ini naik dari alokasinya di 2024 sebesar 15%.

Sebanyak 40% kolektor yang disurvei, mengaku membeli lebih banyak karya seni dalam setahun terakhir. Selain itu, survei yang sama menyebutkan 84% dari responden tersebut juga mengaku tetap optimis dengan potensi dan masa depan pasar seni global.

Forbes melaporkan orang-orang super kaya menghabiskan rata-rata USD108.270 untuk mengoleksi karya seni pada 2025. Lukisan tetap menjadi jenis karya seni yang paling banyak dibeli kolektor.

Alasan Seni Jadi Pilihan Investasi

Berikut beberapa alasan mengapa HNWI tidak segan menempatkan sebagian asetnya pada karya seni:

Diversifikasi Aset Keuangan

Dikutip dari MyArtBroker, barang-barang seni dinilai dapat menjadi penyimpan nilai dan pelindung inflasi selain saham dan obligasi. Barang seni juga memiliki kemampuan unik untuk mempertahankan nilainya bahkan selama periode fluktuasi ekonomi.

Global Wealth & Lifestyle Report 2025 juga menempatkan seni sebagai salah satu bentuk store of value yang berbeda dari aset finansial konvensional. Nilai dari karya seni tidak berasal dari arus kas, deviden, atau kupon tetapi dari kelangkaan dan keunikan.

Jumlah karya seorang seniman terbatas oleh waktu, periode kreatif, dan bahkan kehidupan sang seniman itu sendiri. Karena itu, ketika permintaan global terhadap karya seorang seniman naik, penawaran tidak bisa ditingkatkan seperti saham dan obligasi. Karena itu, mereka menyebut karya seni menyimpan nilai jangka panjang.

Ekspresi Gaya Hidup dan Identitas

Julius Baer, yang menulis Global Wealth & Lifestyle Report 2025 juga menempatkan seni sebagai perpaduan kekayaan, gaya hidup, dan nilai personal. Keputusan investasi seni bukan hanya angka, tetapi seni menjadi representasi diri dan apa yang diyakininya sebagai seorang pribadi.

Seni menjadi aset emosional yang memberikan psychological dividend. Meski return jangka pendek fluktuatif, seni menawarkan kebahagiaan, kepuasan pribadi, kebanggaan kepemilikan, serta keterikatan emosional yang tidak dimiliki aset finansial.

Warisan, Filantropi, dan Legacy

Investasi seni juga dapat digunakan sebagai bagian dari warisan keluarga, fondasi museum pribadi, atau donasi filantropi yang akan memberi dampak sosial bagi pemiliknya.

Seni dapat berfungsi sebagai peninggalan jejak budaya. Karena itu, keputusan membeli karya seni seringkali melibatkan value, cerita panjang di balik pembuatan karya seni tersebut dan dampak jangka panjang, tidak hanya sekadar potensi capital gain.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, apakah Anda termasuk kolektor seni? Karya seni apa yang sering jadi objek koleksi Anda?

Selain investasi seni sebagai upaya diversifikasi, Anda juga dapat terus menambah portofolio investasi di pasar keuangan. Nasabah BCA Solitaire & Prioritas dapat mengakses laporan terbaru kondisi perekonomian dan investasi di House View Report dan Weekly Market Overview dari Tim Wealth Management BCA.

Informasi lengkap cek di sini

Rekomendasi Berita