(26/02/2026), Dunia bisnis dihadapkan dinamika global yang penuh ketidakpastian. Karena itu, diperlukan strategi bisnis untuk menghadapi persaingan di tingkat global.

Selama beberapa tahun terakhir, dunia bisnis memang dihadapkan dengan sejumlah gejolak global mulai dari pandemi, inflasi, hingga ketegangan geopolitik. Namun, di balik dinamika, ada peluang strategis bagi pebisnis yang mampu mengelola risiko sekaligus mengoptimalkan peluang.
Di tengah kondisi menantang, kepemimpinan visioner menjadi aset berharga. Bagi para pebisnis dan eksekutif, periode ini bukan sekadar bertahan, tetapi juga menata ulang strategi, mengamankan pertumbuhan dan membangun keunggulan jangka panjang.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026

International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 3,3% pada 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dari proyeksi sebelumnya dan mengindikasikan daya tahan ekonomi global meskipun terdapat risiko ketegangan perdagangan.
Senada, World Bank melaporkan pertumbuhan global tetap resilient meski menghadapi hambatan seperti tarif perdagangan, dengan forecast Gross Domestic Product (GDP) dunia sekitar 2,6%-2,7% di tahun 2026.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan tahunan Indonesia berada pada rentang 4,9%–5,7% sejalan dengan dinamika global dan kondisi domestik. Indonesia menjadi salah satu pasar dengan momentum positif di regional Asia Tenggara.
5 Strategi Bisnis Hadapi Tantangan Global

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Anda perlu memperkuat ketahanan perusahaan, mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan dunia, serta membangun strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut lima strategi yang dipersiapkan untuk masa depan bisnis yang berkelanjutan:
1. Diversifikasi Rantai Pasokan
Dunia bisnis dihadapkan pada gangguan rantai pasok di tengah ketegangan geopolitik global. Salah satu cara efektif untuk mengurangi dampak risiko tersebut adalah melakukan diversifikasi, dengan menyebarkan pasokan ke berbagai wilayah untuk mengurangi risiko rantai pasokan.
Bergantung pada satu pemasok dari satu kawasan tertentu berisiko terdampak ketidakstabilan politik atau pembatasan perdagangan. Dengan diversifikasi, bisnis dapat mengurangi kerentanan terhadap gangguan dan memastikan rantai pasokan lebih stabil.
2. Mengelola Biaya & Meningkatkan Efisiensi
Peningkatan biaya dan tarif dagang membuat pengelolaan keuangan menjadi penting. Pemilik bisnis perlu melakukan tinjauan menyeluruh terhadap operasional perusahaan untuk mengidentifikasi area mana yang biayanya dapat dipangkas tanpa mengorbankan kualitas.
Hal ini mungkin mencakup negosiasi ulang kontrak dengan pemasok, optimalisasi tingkat persediaan, dan investasi dalam teknologi hemat energi. Peningkatan efisiensi operasional melalui otomatisasi dan optimalisasi proses juga membantu mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas.

3. Manajemen Arus Kas
Di masa ekonomi yang tidak menentu, menjaga arus kas yang sehat penting terutama memantau piutang dan utang. Menerapkan langkah pengendalian kredit yang lebih ketat, menawarkan diskon pembayaran awal, dan menegosiasikan jangka waktu pembayaran yang lebih panjang dengan pemasok dapat meningkatkan arus kas.
Selain itu, menjaga cadangan kas dapat memberikan 'bantalan' keuangan untuk melewati masa sulit. Negosiasi fasilitas kredit dengan bank juga dapat menciptakan bantalan lain ketika arus kas yang diantisipasi lebih lambat atau lebih kecil.
4. Investasi pada Teknologi & Inovasi
Berinvestasi dalam teknologi dan inovasi dapat memberikan keunggulan kompetitif di masa menantang. Otomatisasi, kecerdasan buatan, dan analitik data dapat membantu bisnis merampingkan operasional, mengurangi biaya, dan membuat keputusan yang lebih tepat. Mengembangkan produk atau layanan baru yang memenuhi kebutuhan konsumen juga dapat menciptakan sumber pendapatan baru dan meningkatkan posisi pasar.

5. Memperkuat Hubungan dengan Pelanggan
Membangun hubungan yang kuat dengan konsumen penting untuk ketahanan bisnis. Di masa penuh ketidakpastian, menjaga komunikasi terbuka dan memberikan layanan pelanggan membantu mempertahankan konsumen sekaligus menarik pelanggan baru.
Pemilik bisnis harus aktif mencari feedback, menanggapi kekhawatiran konsumen dengan cepat serta menawarkan solusi yang dipersonalisasi untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, strategi apa yang sudah Anda siapkan untuk menguatkan bisnis di tengah tantangan global? Akses website Prioritas untuk berbagai informasi mengenai privilege BCA dan partner BCA serta update bisnis, finansial, manajemen dan gaya hidup.