5 Alasan Jam Tangan dan Tas Preloved Luxury Kini Menjadi Investasi

(19/05/2026), Jam tangan dan tas premium preloved luxury kini menjadi investasi yang layak dipertimbangkan. Barang fesyen mewah menjadi aset investasi yang personal dan unik.
  • Preloved luxury berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern yang menggabungkan prestise, ekspresi personal, dan kemampuan menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
  • Jam tangan dan tas premium semakin dipandang sebagai alternatif investasi dengan kombinasi lifestyle enjoyment, eksklusivitas, dan potensi nilai jangka panjang.

Di kalangan ultra-high-net-worth individuals (UHNWI), definisi luxury mengalami pergeseran. Jam tangan dan tas premium tidak lagi dipandang semata sebagai simbol status, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang terkurasi.

Laporan Research and Markets bertajuk Secondhand Luxury Market: Analysis By Product Type, By Distribution Channel, By Region Size and Trends – Forecast up to 2029 mencatat nilai pasar secondhand luxury global diperkirakan tumbuh menjadi USD60,55 miliar pada 2029.

Pertumbuhan didorong peningkatan jumlah high-net-worth individuals, minat pada rare and vintage items, popularitas limited collection, serta potensi investasi dari produk luxury tertentu seperti handbags dan leather goods dari brand ternama.

Berikut lima alasan mengapa preloved luxury–terutama jam tangan dan tas premium– semakin diakui sebagai bagian portofolio gaya hidup modern.

1. Dari Koleksi ke Sumber Likuiditas

Bagi kalangan high-net-worth, koleksi preloved luxury diposisikan layaknya aset finansial yang dapat dioptimalkan nilainya.

Forbes menyoroti kalangan ultra-rich yang mulai memanfaatkan aset mewah seperti perhiasan, jam tangan, tas, hingga karya seni sebagai collateral untuk memperoleh likuiditas cepat, tanpa harus melepas kepemilikan koleksi bernilai tinggi secara permanen.

Pendekatan ini memungkinkan pemilik aset tetap menikmati koleksi, sambil membuka ruang kebutuhan investasi, ekspansi bisnis, maupun diversifikasi aset.

2. Nilai yang Tidak Selalu Terdepresiasi

Berbeda dengan banyak barang konsumsi lain yang mengalami penurunan nilai, beberapa kategori luxury justru menunjukkan ketahanan nilai. Laporan Bain & Company bersama Fondazione Altagamma mencatat pasar secondhand luxury goods global mencapai sekitar €48 miliar pada 2024. Pada 2024, segmen ini tumbuh sekitar 7% dan melampaui pertumbuhan pasar luxury goods baru.

Studi Art Market Research dalam Luxury Handbag Report 2020 menunjukkan bahwa beberapa tas mewah koleksi, terutama Hermès Kelly dan Birkin edisi langka, mencatat kenaikan nilai yang signifikan di pasar lelang.

Dalam ringkasan publiknya, AMR mencatat nilai rata-rata Hermès Kelly naik 129% sejak 2010, sementara beberapa handbags Hermès yang rare bahkan mencetak rekor harga jauh di atas nilai sebelumnya, terutama untuk item langka dengan kondisi prima.

3. Kelangkaan Menjadi Nilai Premium Baru

Nilai sebuah luxury item kini semakin ditentukan kelangkaan, sejarah kepemilikan, dan eksklusivitas. Produksi yang terbatas dan sejarah di balik barang preloved luxury justru menciptakan nilai premium yang sulit direplikasi. Semakin sulit sebuah item untuk didapatkan, semakin tinggi pula daya tariknya di pasar sekunder.

Ekosistem resale premium berkembang melalui platform seperti The RealReal yang menghadirkan autentikasi, transparansi, dan akses global bagi para kolektor preloved luxury.

4. Diversifikasi Portofolio

Laporan Knight Frank The Wealth Report 2025 melalui Knight Frank Luxury Investment Index menunjukkan collectible luxury assets, termasuk jam tangan dan tas mewah, masih menjadi bagian dari kategori “investments of passion” yang dipantau di kalangan investor global. Dalam indeks tersebut, kategori watches mencatat pertumbuhan nilai 125,1% dalam 10 tahun, sementara handbags naik 85,5% dalam periode yang sama.

Preloved luxury semakin sering diposisikan sebagai bagian alternatif investasi. Dengan karakteristik yang berbeda dari saham, obligasi, maupun properti, barang mewah menjadi aset riil yang dapat dimiliki fisik dan kesempatan mendapat return dan cuan.

5. Lifestyle Sekaligus Investasi

Aset yang dicari tidak hanya yang dapat menghasilkan return, tetapi juga memberikan makna dan menyentuh secara personal. Keunggulan utama luxury asset terletak pada kemampuannya menghadirkan nilai emosional sekaligus potensi nilai jangka panjang.

Sebuah timepiece dari Patek Philippe misalnya, tidak hanya memiliki resale value, tetapi juga craftsmanship, heritage, dan bahkan cerita personal yang dapat diwariskan lintas generasi. Inilah yang membedakan luxury asset dari instrumen investasi lain.

Nasabah BCA Solitaire & Prioritas dapat menikmati luxury lifestyle dengan berbagai BCA Privilege untuk kemudahan transaksi menggunakan Kartu Kredit BCA. Nikmati berbagai penawaran spesial, akses eksklusif, hingga pengalaman berbelanja dengan lebih nyaman.

Rekomendasi Berita