
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, investasi orang super kaya (Ultra High Net Worth Individual atau UHNWI) mengalami pergeseran. Mengutip laporan CNBC, tren pembelian aset berwujud seperti batu permata berwarna; ruby, safir, atau zamrud menjadi popular.
Terbaru misalnya, kalung Tiffany & Co. dengan batu biru turmalin seberat 13,54 karat dan berlian terjual di lelang Christie’s New York senilai lebih dari USD4,2 juta atau sekitar Rp75,6 miliar (dengan kurs Rp18.000).
Kenaikan minat investasi pada perhiasan terutama batu berwarna selain karena dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai, juga karena lebih mudah dipindahkan. Berbeda dengan aksesoris fashion yang cenderung musiman, masih mengutip CNBC, koleksi perhiasan khususnya yang ikonis memiliki siklus masa pakai panjang. Pemakaian di jangka panjang juga memberikan ekspektasi akan nilai (value) yang lebih terjaga ketimbang barang mewah lainnya seperti tas tangan.
Alasan Investasi pada Batu Berwarna
Dikutip dari berbagai sumber, berikut alasan perubahan atau penambahan investasi pada perhiasan khususnya batu permata:
Kenaikan Harga Emas
Lonjakan harga emas dunia yang terus terjadi pada beberapa waktu terakhir mengubah spektrum investasi. Emas telah sejak lama dianggap sebagai aset aman terutama untuk melawan inflasi jangka panjang.
Laporan Knight Frank dalam The Wealth Report menyebutkan nilai perhiasan meningkat 2,3% sepanjang 2024 dan 33,5% dalam periode sepuluh tahun. The Wealth Report 2026 juga mencatat kategori berlian berwarna tumbuh 4,6% dalam lima tahun.
Jenis batu berwarna yang menarik untuk dikoleksi menurut Knight Frank adalah jenis ruby Burma, zamrud Kolombia, dan safir Kashmir yang memiliki daya tarik tinggi. Meski begitu, peluang kenaikannya sangat bergantung pada kualitas, kelangkaan, asal tambang, sertifikasi, dan riwayat kepemilikan.
Investasi Berbasis Kesenangan dan Prestise
Memiliki atau mengoleksi perhiasan mengandung unsur emosional atau kerap disebut sebagai passion investment karena kolektor memiliki berbagai alasan pembelian termasuk prestise. Selain itu, kekuatan merek, kualitas pengerjaan, dan kelangkaan memperkuat persepsi bahwa investasi di perhiasan memiliki daya tahan dan kemampuan mempertahankan nilai.
Tren Perhiasan dengan Batu Warna
Perhiasan dengan emas diuntungkan dengan nilai intrinsik logamnya. Namun, perhiasan dengan batu permata terutama safir, ruby, atau zamrud berkualitas dan langka sedang tren dan banyak dicari kolektor sehingga nilainya tumbuh cepat.
Tren penggunaan perhiasan batu berwarna, mengutip CNBC, terutama terjadi di Asia. Perhiasan dengan batu berwarna memungkinkan terciptanya desain yang lebih kreatif sehingga menarik bagi kolektor yang menginginkan perhiasan unik dan personal.
Tren penggunaan batu berwarna seperti zamrud juga naik karena pertumbuhan berlian laboratorium. Kenaikan jumlah berlian laboratorium membuat tampilan, ukuran, warna, dan clarity tinggi semakin tersedia dengan harga yang lebih rendah.
Gemological Institute of America (GIA) mencatat kuantitas, ukuran, dan kualitas berlian laboratorium telah meningkat signifikan sehingga lebih dari 95% produk yang masuk ke pasar berada dalam rentang warna dan kejernihan yang relatif sempit.
Proses Unik Dibalik Batu Berwarna
Proses pembentukan batu berwarna lebih beragam karena memiliki komposisi berbeda sehingga hampir tidak bisa direplikasi di laboratorium. Ruby dan safir berasal dari mineral korundum. Ruby menjadi merah karena kromium, sedangkan safir biru memperoleh warnanya terutama dari unsur besi dan titanium.
Zamrud terbentuk dari mineral beril yang warna hijaunya muncul akibat kandungan kromium atau vanadium. Sedangkan turmalin terbentuk ketika cairan panas kaya mineral mengisi retakan batuan atau magma mendingin. Variasi unsur di dalamnya membuat turmalin memiliki banyak warna.
Karena terjadi dari proses alam yang beragam, batu berwarna dianggap unik dan bahkan the only one. Karena itu, nilai batu permata berwarna diprediksi akan meningkat lebih cepat daripada emas.
Saat ini, di dunia, setidaknya 15 persen cincin pertunangan sudah menggunakan batu permata berwarna. Angka ini meningkat dari lima persen pada satu dekade lalu. Popularitas batu permata berwarna semakin terdorong karena digunakan selebritas seperti Kate Middleton, Halle Berry, Rita Ora, dan Halsey.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana menurut Anda? Perhiasan dengan batu berwarna apa yang masuk dalam wishlist koleksi selanjutnya? Manfaatkan benefit Partner Privilege BCA Lifestyle sesuai dengan gaya hidup dinamis dan modern.
Cek lengkapnya di sini.