
Menyiapkan pensiun adalah rencana jangka panjang yang perlu dilakukan sedini mungkin. Negara kerap mengambil peran penting dalam menyiapkan sistem pensiun yang nyaman dan terjangkau bagi warganya.
Masa pensiun yang nyaman tidak hanya bergantung pada seberapa besar dana yang dimiliki, tetapi juga pada seberapa kuat sistem pensiun negara dalam memberikan perlindungan jangka panjang. Survei Mercer CFA Institute Global Pension Index 2025 memberikan gambaran mengenai kesiapan sistem pendapatan pensiun di 52 negara. Survei ini kemudian menilai sejumlah negara berdasarkan keseimbangan antara kecukupan manfaat (adequacy), keberlanjutan sistem (sustainability), dan tata kelola sistem yang terpercaya (integrity).
Adequacy melihat apakah manfaat pensiun yang tersedia cukup bagi penerima. Sustainability menilai kemampuan sistem untuk terus memberikan manfaat di jangka panjang, dan integrity mencerminkan kualitas regulasi, tata kelola, dan perlindungan terhadap peserta.
Negara dengan Sistem Pensiun Terbaik
Negara mana yang memiliki skor teratas dalam survei ini? Cek laporan Mercer berikut:
Belanda
Belanda tidak hanya memiliki sistem pensiun yang sistemnya menghitung pada besarnya manfaat yang diterima, tetapi juga kemampuan sistem menjaga keberlanjutan dan kepercayaan jangka panjang.
Setiap warga negara Belanda yang bekerja memiliki skema pensiun negara (Algemene Ouderdomswet/AOW) sehingga tidak hanya bergantung pada tabungan pribadi atau perusahaan. Kombinasi AOW dan uang pensiun juga secara rata-rata dapat menggantikan pendapatan sebelum pensiun.
Islandia
Kekuatan Islandia adalah memiliki sistem yang menyeimbangkan manfaat hari ini dengan kemampuan membayar pada masa depan. Struktur pensiun Islandia memiliki tiga lapisan: pensiun jaminan sosial negara, mandatory occupational private pension, dan tabungan pensiun pribadi sukarela.
Fondasi kekuatan pensiun lain dari Islandia juga sistem pensiun pekerjaan yang bersifat wajib. Pekerja dan pekerja mandiri usia 16–70 tahun wajib menyisihkan sedikitnya 15,5% dari penghasilannya ke dana pensiun. Dana ini umumnya berasal dari kontribusi pekerja 4% dan pemberi kerja 11,5%.
Laporan OECD juga mencatat rata-rata usia pensiun di Islandia relatif tinggi dan masyarakat tetap bekerja hingga usia lanjut yaitu 67 tahun. Tingkat pekerjaan masyarakat usia 60–64 tahun juga termasuk yang tertinggi di OECD, yakni lebih dari 70%. Hal ini membantu menjaga jumlah orang yang masih bekerja dan berkontribusi ke sistem pensiun.
Denmark
Skor sistem pensiun Denmark tinggi menurut survei Mercer bukan hanya sekadar besarnya manfaat pensiun, tetapi sistemnya dirancang agar tetap kuat meski penduduk hidup semakin panjang. Usia pensiun negara secara bertahap disesuaikan dengan perkembangan harapan hidup dan telah ditetapkan mencapai 70 tahun di 2040. Mengutip OECD, usia hidup juga diimbangi dengan periode kerja dan kontribusi yang lebih panjang.
Sistem pensiun di Denmark dilengkapi ATP LivSlang Pension yang merupakan skema kolektif dengan manfaat pensiun sepanjang hidup. Hampir seluruh pekerja Denmark berkontribusi ke ATP selama masa kerjanya, sementara kebutuhan pensiun lainnya ditopang melalui pensiun negara, pensiun pekerjaan, hingga tabungan pribadi.
Singapura
Singapura menjadi negara Asia pertama yang memperoleh Grade A dalam Mercer CFA Institute Global Pension Index 2025. Salah satu kekuatannya terletak pada Central Provident Fund (CPF) yang merupakan sistem tabungan wajib yang membuat pekerja dan pemberi kerja secara rutin menyisihkan sebagian pendapatan selama masa produktif.
Pekerja berusia 55 tahun ke bawah, sejak Januari 2026 memiliki kontribusi CPF mencapai 37% dari upah bulanan. Kontribusinya 20% dari pekerja dan 17% dari pemberi kerja. CFP Life tidak hanya dipersiapkan untuk pensiun, tetapi juga terhubung dengan kebutuhan kesehatan dan perumahan. Ketika memasuki masa pensiun, CPF LIFE memberikan pembayaran bulanan sepanjang hidup, sehingga membantu mengurangi risiko tabungan habis ketika seseorang hidup lebih lama.
Bagaimana dengan Indonesia?
Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan proporsi penduduk lanjut usia telah mencapai 11,97%, menempatkan Indonesia dalam fase ageing population. Rasio ketergantungan Indonesia mencapai 45,05% pada 2025.
Indonesia memperoleh skor keseluruhan 51 yang menempatkannya pada Grade C. Mercer menilai Indonesia masih memiliki ruang untuk memperluas kepesertaan pekerja dalam program pensiun, memperkuat regulasi pensiun swasta, memberikan perlindungan minimum bagi lansia berpendapatan rendah, serta menyediakan proyeksi pendapatan pensiun kepada peserta.
Nasabah BCA Solitaire & Prioritas, bagaimana dengan Anda? Sudah menyiapkan pensiun yang nyaman? Tim Wealth Management BCA bisa membantu Anda menyiapkan rencana pensiun sesuai profil dan tujuan keuangan Anda. Kunjungi Cabang BCA Kantor Cabang BCA terdekat yang melayani investasi atau menghubungi Relationship Manager BCA.