Dunia kesehatan terus hadir dengan berbagai inovasi teknologi yang tidak hanya mengubah cara pelayanan medis, tetapi berdampak besar bagi pelaku usaha. Kecerdasan buatan (AI), pemantauan pasien jarak jauh, dan bedah minimal invasif memungkingkan layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan personal. Kebutuhan ini cocok untuk profesional dan pengusaha dengan mobilitas tinggi serta beban kerja besar.
Menjaga kesehatan bukan lagi sekadar kebutuhan pribadi, tetapi investasi strategis demi keberlangsungan bisnis. Dengan kemajuan teknologi perawatan kesehatan, mereka dapat mendeteksi risiko penyakit lebih awal, mengurangi waktu pemulihan, dan memaksimalkan produktivitas.
Transformasi Digital
Mengutip The Business Research Company, pasar teknologi perawatan kesehatan mengalami pertumbuhan pesat beberapa tahun terakhir. Pada 2024, nilai pasar ini mencapai USD 507,25 miliar dan melonjak menjadi USD 592,49 miliar pada 2025 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 16,8%.
Pertumbuhan ini didorong berbagai faktor, antara lain meningkatnya biaya layanan kesehatan, kebutuhan akan pendekatan perawatan yang berfokus pada pasien, serta tuntutan terhadap kepatuhan regulasi dan pelaporan. Selain itu, adopsi teknologi seperti telehealth dan permintaan terhadap analisis data medis juga menjadi pendorong utama transformasi digital di industri kesehatan.
Teknologi Perawatan Baru
Berikut adalah lima tren teknologi kesehatan yang dikutip Philips sehingga menjadi pondasi penting dalam membentuk pola hidup sehat dan berkelanjutan di kalangan pebisnis masa depan. Cek beberapa di antaranya :
1. Generative AI sebagai Asisten Virtual Penghemat Waktu
Dengan krisis tenaga medis, otomatisasi menjadi solusi penting untuk mengurangi beban administratif. Sebanyak 92% pemimpin layanan kesehatan global percaya bahwa otomatisasi, termasuk generatif AI, bisa menghemat waktu dan memungkinkan tenaga medis lebih fokus pada pasien.
Teknologi ini membantu menyusun catatan medis, menyederhanakan komunikasi antartim, dan bahkan merangkum data riwayat pasien, terutama di perawatan kanker untuk mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan keterlibatan pasien.
2. AI Mempermudah Diagnostik yang Rumit
Selain mengotomatisasi tugas administratif, AI juga membantu staf medis yang kurang berpengalaman menangani diagnosis kompleks seperti CT jantung atau USG. Dengan AI, diagnosis jadi lebih cepat, akurat, mudah diakses, serta memperluas layanan medis berkualitas.
3. Revolusi Senyap dalam Dunia Bedah
Bedah invasif minimal menggantikan operasi terbuka konvensional karena lebih cepat pulih dan minim risiko. Namun, prosedurnya semakin kompleks dan butuh integrasi teknologi seperti X-ray 2D, USG 3D, hingga pengukuran aliran darah. Inovasi terapi berbasis citra juga memperluas akses ke penanganan stroke lewat metode thrombectomy.
4. Melihat Gambaran Lengkap Pasien di Ruang Perawatan Intensif
Dalam perawatan kritis, integrasi data sangat penting. Pendekatan ekosistem terbuka memungkinkan data dari berbagai perangkat medis disatukan dalam satu tampilan pasien yang standar dan mudah diakses. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi klinis dan akurasi data. Pengembangan standar interoperabilitas dan algoritma prediktif akan semakin mempermudah deteksi dini kondisi gawat darurat dan mendukung rekomendasi perawatan yang lebih personal lewat perbandingan dengan ribuan kasus serupa.
5. Rumah sebagai Ruang Rawat Baru
Perawatan pasien makin bergeser ke rumah lewat program hospital-at-home. Monitoring jarak jauh memungkinkan tenaga medis memantau kondisi pasien secara real-time, mengurangi rawat inap berulang, dan mempercepat pemulihan pascaoperasi.
Di tahun 2025, penggunaan AI untuk deteksi dini risiko kesehatan di rumah akan semakin berkembang. Setidaknya 41% pemimpin layanan kesehatan global berencana investasi dalam pemantauan pasien jarak jauh. Tren ini akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan efisiensi sistem rumah sakit.
Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, Anda berencana mencari perawatan kesehatan yang baik di Indonesia dengan adaptasi teknologi terkini? Anda dapat memanfaatkan berbagai benefit di partner privilege BCA bidang healthcare. Cek lengkapnya di sini