Cita rasa kuliner Indonesia semakin mendapat pengakuan internasional. Berdasarkan ulasan global, masakan Indonesia berhasil meraih peringkat ke-7 dunia dengan rating bintang rata-rata 4,7. Prestasi ini menunjukkan makanan Nusantara tidak hanya digemari di dalam negeri, tetapi juga menjadi daya tarik penikmat kuliner dari berbagai negara.
Namun, capaian tersebut tidak bisa dibiarkan berhenti di angka statistik semata. Perlu langkah nyata melalui diplomasi gastronomi untuk memperluas pengaruh dan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke panggung global. Dengan upaya terstruktur, makanan Nusantara dapat menjadi jembatan budaya sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi kuliner dunia dan menyumbang lebih banyak pada ekonomi negeri.
Kontribusi Makanan Indonesia pada Ekonomi
Mengutip Statista, selain meningkatkan kunjungan turis setelah mengetahui beragam makanan Indonesia yang nikmat, sektor ini diproyeksi dapat berkontribusi terhadap ekonomi dengan pendapatan total mencapai USD 255,38 miliar pada tahun 2025. Sektor ini juga diperkirakan tumbuh sebesar 6,86% per tahunnya.
Terus meningkatnya kontribusi ekonomi dari sektor makanan Indonesia, salah satunya adalah meningkatnya pendapatan masyarakat, dan mulai berkembangnya sektor digital sehingga penjualan makanan secara daring ikut meningkat. Di pasar makanan, 5,0% dari total pendapatan akan dihasilkan melalui penjualan daring pada tahun 2025.
Makanan Indonesia Bintang 4,5 ke Atas
Berikut adalah makanan Indonesia dengan rating Bintang 4,5 ke atas yang patut Anda coba berdasarkan penilaian dari Tasteatlas, antara lain:
1. Siomay (4,7)
Siomay adalah makanan khas Indonesia berupa dumpling ikan berbentuk kerucut yang dikukus, disajikan bersama telur, kentang, kol, tahu, dan pare. Hidangan ini berasal dari shumai Tiongkok yang dibawa imigran pada masa kolonial Belanda, dan kini menjadi jajanan populer, terutama di kalangan pelajar.
2. Batagor (4,6)
Batagor, singkatan dari bakso tahu goreng, adalah dumpling ikan goreng khas Bandung yang disajikan dengan saus kacang pedas, kecap, cabai, dan perasan jeruk limau. Diciptakan pada 1980-an di Bandung, batagor kini banyak dijajakan pedagang kaki lima maupun restoran di seluruh Indonesia.
3. Gulai (4,5)
Gulai adalah hidangan berkuah kental khas Indonesia yang mirip kari, dimasak dari santan dan aneka rempah. Isinya bisa berupa daging, jeroan, seafood, maupun sayuran. Berasal dari Sumatra dengan pengaruh kuliner India, gulai kini tersebar di berbagai daerah Indonesia, biasa disantap bersama nasi putih di rumah makan tradisional maupun pusat jajanan.
4. Rendang (4,5)
Rendang adalah masakan daging pedas khas Minangkabau, Sumatra Barat, yang dimasak lama dengan rempah-rempah. Rendang memiliki makna filosofis: daging melambangkan pemimpin, kelapa sebagai kaum cendekia, cabai simbol agama, dan rempah mewakili masyarakat.
5. Ayam Goreng
Ayam goreng khas Indonesia dibuat dari potongan ayam berbumbu rempah seperti serai, lengkuas, kunyit, dan asam jawa, yang marinasi, direbus sebentar, lalu digoreng hingga renyah keemasan. Hidangan ini bisa disantap sebagai menu utama bersama nasi dan lalapan, atau menjadi lauk pelengkap di jamuan makan besar.
Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, Anda yang sedang merencanakan untuk menyantap makanan Indonesia bersama keluarga, rekan kerja atau partner bisnis, dapat memanfaatkan BCA privilege bidang Food & Beverage. Anda dapat menikmati berbagai penawaran menarik.
Informasi lengkap cek di sini