
Pendidikan merupakan salah satu investasi jangka panjang yang penting dalam membentuk masa depan anak. Laporan PISA 2025 Results (Volume I) yang diterbitkan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2026 menunjukkan bahwa latar belakang sosial ekonomi masih berkaitan dengan pencapaian akademik siswa.
Di negara-negara OECD, siswa dari kelompok sosial ekonomi lebih mampu mencatat skor sains rata-rata 85 poin lebih tinggi dibandingkan siswa dari kelompok kurang beruntung. Temuan ini menegaskan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan reputasi sekolah, tetapi juga lingkungan belajar dan dukungan yang diberikan kepada setiap siswa.
Pengalaman belajar di lingkungan multikultural misalnya, membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan perspektif berbeda. Pendidikan di luar negeri menjadi salah satu pilihan untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan.
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih sekolah yang tepat bagi anak di luar negeri:
1. Kenali Kurikulum dan Sistem Pendidikan
Setiap negara memiliki sistem pendidikan dan pendekatan pembelajaran berbeda. Beberapa kurikulum internasional yang banyak digunakan antara lain:
Pilih kurikulum yang sesuai dengan gaya belajar dan rencana pendidikan lanjutan anak. Perhatikan pula pengakuan kualifikasinya di universitas tujuan.
2. Periksa Akreditasi dan Reputasi Sekolah
Selain reputasi, periksa status akreditasi, kualifikasi tenaga pengajar, fasilitas, serta rekam jejak akademik sekolah. Pastikan kurikulum dan ijazah yang ditawarkan diakui oleh institusi pendidikan lanjutan.
Orang tua dapat menelusuri hasil evaluasi lembaga pendidikan resmi, seperti laporan inspeksi Office for Standards in Education, Children's Services and Skills (Ofsted) untuk sekolah di Inggris.
3. Evaluasi Lingkungan Belajar dan Kesejahteraan Siswa
Laporan PISA 2022 Results (Volume II) menunjukkan orang tua di 17 negara dan ekonomi peserta survei turut mempertimbangkan keamanan, suasana belajar, dan reputasi sekolah dalam menentukan pilihan pendidikan anak.
Sekolah ideal memang tidak hanya menyediakan fasilitas akademik, tetapi juga lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental siswa. Karena itu, cari tahu kebijakan anti-perundungan, layanan konseling, pendampingan siswa internasional, serta sistem perlindungan siswa (safeguarding) sekolah.
4. Pertimbangkan Lokasi dan Karakter Negara Tujuan
Perhatikan keamanan, iklim, akses transportasi, fasilitas kesehatan, serta biaya hidup di negara tujuan. Pahami pula bahasa dan budaya setempat agar anak lebih mudah beradaptasi. Jarak sekolah dari tempat tinggal juga penting. Anak yang masih membutuhkan pendampingan perlu asrama atau transportasi sekolah yang mumpuni.
5. Hitung Total Biaya Pendidikan dan Kehidupan
Biaya pendidikan di luar negeri tidak terbatas pada tuition fee. Perhitungkan pula:
Masukkan pula potensi kenaikan biaya, perubahan nilai tukar, dan kebutuhan tak terduga. Susun proyeksi anggaran sesuai keseluruhan durasi pendidikan anak.
6. Sesuaikan dengan Minat dan Kesiapan Anak
Sekolah bereputasi internasional belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi setiap anak. Pertimbangkan kesesuaian program dengan minat dan potensinya, misalnya STEM untuk anak yang tertarik pada sains dan teknologi atau program seni bagi yang minat di bidang kreatif.
Kesiapan emosional juga penting, anak perlu beradaptasi dengan budaya baru dan tinggal jauh dari keluarga. Libatkan anak dalam proses pencarian sekolah melalui sesi konsultasi atau kunjungan langsung jika memungkinkan.
Nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, saat menyiapkan rencana pendidikan anak di luar negeri, Anda juga perlu mempertimbangkan berbagai kemudahan finansial untuk transaksi harian selama mereka mengenyam pendidikan di luar negeri.
Anda juga dapat mengakses berbagai inspirasi dan informasi pendidikan anak di luar negeri bersama profesional di sini